Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
JAKARTA, BERITANOW.COM – Demo konser Andrea Bocelli di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, berakhir ricuh pada Selasa malam (3/11/2026). Aksi penolakan yang digelar kelompok masyarakat pro-Palestina itu memanas setelah massa berusaha menerobos barikade kepolisian. Seorang wartawan Nusantara TV dilaporkan mengalami luka di bagian kepala akibat terkena lemparan batu saat menjalankan tugas peliputan.
Ratusan orang dari elemen Persaudaraan Muslim mendatangi kawasan JIExpo untuk mendesak pembatalan konser penyanyi tenor asal Italia tersebut. Massa mempersoalkan rekam jejak Andrea Bocelli yang dituding pernah terlibat dalam kegiatan penggalangan dana untuk militer Israel pada 2010.
Penolakan tersebut sebelumnya juga disuarakan sejumlah elemen masyarakat, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kontroversi itu berkaitan dengan dukungan Bocelli terhadap kegiatan penggalangan dana yang dikaitkan dengan Israel serta penampilannya di Tel Aviv pada 2022.
Massa Berusaha Menerobos Barikade Polisi
Situasi di sekitar lokasi konser mulai memanas ketika sejumlah demonstran berusaha memasuki area penyelenggaraan acara melalui pintu masuk JIExpo Kemayoran. Namun, upaya tersebut dihalangi aparat kepolisian yang telah berjaga di sekitar lokasi.
Aksi saling dorong antara demonstran dan petugas tidak terhindarkan. Ketegangan meningkat ketika sejumlah orang dilaporkan melemparkan batu, botol, serta petasan ke arah barisan aparat.
Dalam perkembangan berikutnya, sejumlah pembatas jalan atau traffic cone dibakar. Massa juga dilaporkan berusaha merusak pagar pembatas di sekitar pintu masuk arena konser.
Kericuhan tersebut membuat situasi keamanan di sekitar JIExpo semakin tegang. Aparat kepolisian berupaya mengendalikan massa agar bentrokan tidak meluas ke kawasan lainnya.
Wartawan Nusantara TV Terkena Lemparan Batu
Kericuhan demonstrasi turut berdampak terhadap jurnalis yang sedang melakukan peliputan. Seorang wartawan Nusantara TV bernama Muhamad Ridtwan, yang akrab disapa Toge, mengalami luka di bagian kepala setelah terkena lemparan batu.
Dalam keterangannya kepada media, Ridtwan menjelaskan bahwa insiden terjadi ketika dirinya sedang merekam situasi kericuhan di sekitar pintu sembilan JIExpo Kemayoran.
Batu yang dilemparkan dari arah belakang mengenai bagian samping kiri kepalanya hingga menyebabkan pendarahan. Ia kemudian berusaha keluar dari tengah kerumunan untuk menyelamatkan diri.
Sejumlah pengunjuk rasa dan rekan sesama wartawan membantu mengevakuasi korban menuju ambulans agar mendapatkan penanganan medis.
Insiden ini kembali menjadi perhatian mengenai pentingnya perlindungan terhadap jurnalis yang bekerja di tengah situasi demonstrasi dan bentrokan massa.
Konser Andrea Bocelli Tetap Berlangsung
Di tengah aksi penolakan di luar arena, konser Andrea Bocelli bertajuk Romanza 30th Anniversary World Tour Indonesia tetap berlangsung sesuai jadwal.
Pertunjukan yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB tersebut dihadiri penonton dari berbagai daerah dan sejumlah negara. Pengamanan di sekitar lokasi diperketat dengan pengerahan personel TNI dan Polri.
Andrea Bocelli tampil selama kurang lebih dua jam dengan iringan orkestra. Salah satu penampilan yang mendapat perhatian penonton adalah ketika ia membawakan lagu My Heart Will Go On.
Penyelenggara sebelumnya menyampaikan bahwa konser tersebut membawa pesan kemanusiaan dan perdamaian. Promotor Shoemaker Live juga mengumumkan program sosial berupa target penyaluran 100 ribu pasang sepatu bagi anak-anak di Palestina dan wilayah lain yang terdampak konflik.
Penolakan Konser Berujung Persoalan Keamanan
Peristiwa di JIExpo memperlihatkan bagaimana kontroversi terkait isu internasional dapat berkembang menjadi persoalan keamanan di ruang publik.
Penyampaian aspirasi merupakan bagian dari kebebasan berpendapat. Namun, tindakan kekerasan, perusakan fasilitas, maupun tindakan yang membahayakan orang lain tidak dapat dibenarkan.
Terlebih, jurnalis yang sedang menjalankan tugas peliputan harus mendapatkan perlindungan agar dapat bekerja secara independen tanpa ancaman kekerasan.
Hingga Rabu pagi (4/11/2026), belum terdapat keterangan resmi yang memastikan jumlah keseluruhan korban maupun perkembangan penanganan hukum atas kericuhan tersebut. (*)