Jumat, 25 September 2026
Breaking News
Daerah

Demo Jakarta Hari Ini, Polisi Siapkan Jalur Alternatif untuk Hindari Kepadatan

Effra S. Husein | | 2 mnt baca
Demo Jakarta Hari Ini, Polisi Siapkan Jalur Alternatif untuk Hindari Kepadatan
Bagikan:

Gabung Di Kanal Whatsapp KLIK DISINI

JAKARTA, BERITANOW.COM — Pengguna jalan di Jakarta perlu mengantisipasi perubahan arus lalu lintas pada Kamis (24/9/2026). Sejumlah aksi penyampaian pendapat dijadwalkan berlangsung di beberapa kawasan ibu kota.

Polda Metro Jaya memusatkan pengaturan lalu lintas di tiga kawasan yang berpotensi mengalami peningkatan aktivitas, yakni koridor Sudirman-Thamrin, kawasan Monas, dan sekitar Gedung DPR/MPR RI.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Firman Darmansyah mengatakan rekayasa lalu lintas akan dilakukan berdasarkan kondisi aktual di lapangan. Artinya, tidak semua ruas jalan tersebut otomatis ditutup atau dialihkan.

Masyarakat yang tidak memiliki keperluan di sekitar lokasi aksi dianjurkan mempertimbangkan rute lain serta menyesuaikan waktu perjalanan.

Pilihan Rute Menuju Monas

Berdasarkan informasi lalu lintas yang disampaikan kepolisian, pengendara dari Jakarta Barat menuju Monas dapat mempertimbangkan jalur melalui Jalan Tomang Raya, Jalan Suryopranoto, Harmoni, kemudian menuju Monas.

Dari arah Jakarta Selatan, salah satu pilihan rute menuju kawasan Monas melalui Jalan HR Rasuna Said, Jalan HOS Cokroaminoto, Tugu Tani, lalu menuju Monas.

Sementara dari Jakarta Timur, pengguna jalan dapat mempertimbangkan jalur Jatinegara, Jalan Kramat Raya, Tugu Tani, kemudian menuju kawasan Monas.

Alternatif Menuju Slipi dan Tomang

Pengendara dari Simpang Semanggi menuju Slipi atau Tomang dapat mempertimbangkan jalur Jalan Sudirman, Bendungan Hilir, Pejompongan, kemudian Jalan Letjen S. Parman.

Alternatif lainnya dari kawasan Jalan Gatot Subroto adalah melalui Jalan Gerbang Pemuda, Patal Senayan, Jalan Tentara Pelajar, hingga Jalan Letjen S. Parman.

Polda Metro Jaya menyiapkan 1.550 personel lalu lintas untuk membantu pengaturan kendaraan dan menjaga kelancaran mobilitas masyarakat.

Karena rekayasa bersifat situasional, pengguna jalan tetap perlu mengikuti arahan petugas dan memperhatikan informasi terbaru sebelum maupun selama perjalanan. (*)

Komentar (0)