Gabung Di Kanal Whatsapp KLIK DISINI
JAKARTA, BERITANOW.COM — Gelombang aksi buruh di Jakarta, Kamis (24/9/2026), berakhir setelah perwakilan pekerja menyampaikan aspirasi mengenai rancangan aturan ketenagakerjaan kepada pemerintah.
Massa dari Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) meninggalkan kawasan Sudirman dan Bundaran HI sekitar pukul 13.45 WIB.
Sebelum membubarkan diri, sejumlah perwakilan buruh mendatangi Kantor Kepala Staf Presiden (KSP). Aspirasi mereka diterima Kepala Staf Presiden Dudung Abdurachman.
Pembahasan antara perwakilan buruh dan pemerintah antara lain menyentuh substansi RUU Perlindungan Ketenagakerjaan. Persoalan pengupahan, pemagangan, serta pekerja alih daya atau outsourcing menjadi beberapa isu yang mendapat perhatian.
Ketua Umum KSPSI Andi Gani Nena Wea mengatakan masih ada pasal yang menurut kalangan buruh perlu dibahas lebih lanjut. Namun, ia juga menyebut sejumlah materi dalam rancangan tersebut telah mengakomodasi kepentingan pekerja, termasuk aspek pendidikan dan pelatihan serta jaminan sosial.
Dari sisi pengamanan, Polda Metro Jaya menyebut rangkaian aksi berjalan tertib dan damai. Aparat sebelumnya melakukan pengamanan di sejumlah titik untuk mengantisipasi kepadatan maupun gangguan terhadap aktivitas masyarakat.
Usai massa meninggalkan lokasi, aktivitas di kawasan Sudirman dan Bundaran HI secara bertahap kembali normal.
Aspirasi yang disampaikan dalam aksi tersebut selanjutnya menjadi bagian dari proses pembahasan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan. Perkembangan pembahasan dan respons pemerintah serta DPR akan menjadi perhatian berikutnya.
BERITANOW.COM akan mengikuti perkembangan pembahasan regulasi ketenagakerjaan dan sikap serikat pekerja setelah aksi 24 September 2026.