Data Desil Ajudan Gubernur Kaltim Jadi Sorotan, Mensos Siapkan Evaluasi
Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
JAKARTA, BERITANOW.COM – Status data desil Briptu Asky Rizal Toding, ajudan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, kini menjadi perhatian setelah Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan akan menindaklanjuti informasi tersebut. Nama Asky sebelumnya ramai diperbincangkan setelah insiden dengan mahasiswa yang menggelar aksi terkait kebakaran hutan dan lahan di Samarinda. Pemerintah menyatakan pemutakhiran data diperlukan apabila ditemukan ketidaksesuaian dengan kondisi sebenarnya.
Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menyampaikan tanggapannya di Jakarta pada Jumat, 23 Oktober 2026. Ia menegaskan bahwa informasi mengenai pencatatan desil tersebut akan menjadi bahan tindak lanjut Kementerian Sosial. Langkah berikutnya berkaitan dengan pemutakhiran data agar informasi sosial ekonomi yang digunakan pemerintah semakin akurat.
Mengapa Status Desil Menjadi Perhatian?
Data desil ajudan Gubernur Kaltim menjadi perbincangan karena Briptu Asky disebut masuk Desil 1 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Kelompok ini menempati 10 persen terbawah dalam pemeringkatan kesejahteraan sosial ekonomi rumah tangga. Meski demikian, penetapan desil merupakan hasil pengelompokan berdasarkan indikator kesejahteraan dan tidak dengan sendirinya membuktikan seseorang menerima bantuan sosial.
Karena itu, informasi tersebut perlu diperiksa berdasarkan data yang digunakan dalam proses pendataan. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui apakah pencatatan masih sesuai dengan kondisi terkini atau membutuhkan pembaruan. Kesimpulan mengenai adanya kesalahan administrasi maupun ketidaksesuaian data sebaiknya menunggu hasil verifikasi pihak berwenang.
Berawal dari Insiden dengan Mahasiswa
Sebelum persoalan data desil mencuat, Asky menjadi sorotan setelah beredar rekaman insiden yang melibatkan dirinya dengan mahasiswa di Samarinda pada Senin, 19 Oktober 2026. Aksi mahasiswa tersebut berkaitan dengan persoalan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Timur. Rekaman yang beredar memicu perbincangan luas mengenai sikap aparat saat menghadapi penyampaian aspirasi masyarakat.
Asky kemudian menyampaikan permohonan maaf atas sikapnya dalam peristiwa tersebut. Insiden itu turut memperluas perhatian publik terhadap sosok ajudan gubernur tersebut, termasuk informasi mengenai pencatatan status kesejahteraannya. Meski kedua persoalan itu muncul dalam rangkaian pemberitaan yang sama, dugaan perilaku dalam insiden dengan mahasiswa dan akurasi data desil merupakan hal berbeda yang perlu ditangani melalui mekanisme masing-masing.
Akurasi Data Jadi Pekerjaan Rumah
Pemutakhiran DTSEN penting untuk memastikan pemetaan kondisi sosial ekonomi masyarakat mencerminkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Data yang akurat membantu pemerintah menentukan prioritas program perlindungan sosial berdasarkan kriteria yang berlaku. Sebaliknya, data yang tidak sesuai berpotensi menimbulkan persoalan dalam penentuan kelompok sasaran.
Tindak lanjut yang disampaikan Mensos diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai status pencatatan Asky. Namun, hasil pemeriksaan tetap diperlukan sebelum publik menarik kesimpulan tentang penyebab munculnya data tersebut. Transparansi proses verifikasi juga penting agar persoalan ini tidak berhenti sebagai polemik di media sosial. (*)