Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
PURWAKARTA, BERITANOW.COM – Pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) meningkatkan kebutuhan terhadap infrastruktur pusat data. Selain listrik, fasilitas tersebut membutuhkan sistem pendinginan untuk menjaga suhu perangkat selama beroperasi. Kondisi ini membuat data center AI Jatiluhur menjadi perhatian dari sisi pemanfaatan sumber daya air.
Pusat data yang dikembangkan di kawasan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, memiliki kapasitas awal sekitar 120 megawatt (MW) dan dirancang untuk dikembangkan ke kapasitas yang lebih besar. Fasilitas tersebut disiapkan untuk menopang kebutuhan komputasi dan layanan digital berbasis data.
Kebutuhan Air Jadi Perhatian
Air merupakan salah satu komponen yang dapat digunakan dalam sistem pendinginan pusat data. Karena itu, kebutuhan air menjadi bagian yang perlu diperhitungkan seiring pengembangan fasilitas.
Perhatian tersebut tidak terlepas dari fungsi strategis kawasan Jatiluhur dalam pengelolaan sumber daya air. Air dari kawasan tersebut dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, termasuk penyediaan air baku, pertanian, dan aktivitas masyarakat.
Informasi mengenai kebutuhan air pusat data menyebutkan angka yang cukup besar ketika fasilitas beroperasi pada kapasitas penuh. Namun, angka tersebut perlu dilihat bersama teknologi pendinginan, sumber air yang digunakan, serta volume air yang benar-benar dikonsumsi.
Perizinan dan Lingkungan
Selain penggunaan air, pembangunan pusat data juga berkaitan dengan aspek perizinan dan lingkungan. Pemerintah daerah sebelumnya menyoroti pentingnya pemenuhan dokumen dan persyaratan yang diperlukan dalam pembangunan fasilitas tersebut.
Aspek ini menjadi bagian dari pengawasan terhadap pembangunan infrastruktur digital berskala besar, terutama ketika kebutuhan pusat data diperkirakan meningkat seiring pertumbuhan layanan digital, komputasi awan, dan AI.
Dari sisi investasi, pusat data dapat mendukung perkembangan ekosistem digital dan membuka peluang ekonomi baru. Namun, pengembangannya juga membutuhkan perencanaan yang memperhitungkan ketersediaan energi dan air, tata ruang, serta ketentuan lingkungan.
Tantangan Infrastruktur Digital
Pertumbuhan AI membuat pusat data semakin penting dalam menopang aktivitas ekonomi digital. Peningkatan kebutuhan komputasi akan diikuti kebutuhan terhadap fasilitas berkapasitas besar dan sistem operasional yang andal.
Dalam konteks Jatiluhur, pemanfaatan air menjadi salah satu aspek yang perlu dipantau bersama kebutuhan energi dan kepatuhan terhadap ketentuan lingkungan.
Informasi mengenai sumber air, teknologi pendinginan, volume pemanfaatan, serta pengelolaan air setelah digunakan menjadi penting untuk melihat dampak operasional pusat data secara lebih menyeluruh.
Perkembangan data center AI Jatiluhur selanjutnya menjadi bagian dari dinamika pembangunan infrastruktur digital Indonesia, sekaligus menguji kesiapan tata kelola sumber daya dalam mendukung pertumbuhan industri teknologi. (*)