Minggu, 08 November 2026
Breaking News
Internasional

Dana White Ditawari Jadi Juru Bicara Gedung Putih

Riskal Arief | | 3 mnt baca
Dana White Ditawari Jadi Juru Bicara Gedung Putih
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

JAKARTA, BERITANOW.COM — Ruang briefing Gedung Putih biasanya dipenuhi jurnalis dengan pertanyaan tajam dan juru bicara yang mencoba menjawab tanpa tersandung. Pekan ini, nama yang muncul untuk mengisi posisi itu justru seorang promotor tarung bebas: Dana White, CEO Ultimate Fighting Championship (UFC).

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan tawaran itu melalui Truth Social pada Sabtu (7/11/2026). Ia menyebut White sebagai "petarung dan pejuang yang keras" dan memintanya membawa sejumlah petarung UFC sebagai "asisten" untuk menghadapi apa yang ia sebut "Kiri yang Gila".

Tawaran yang Bikin Bingung
Trump tidak hanya menawarkan jabatan. Ia juga menyebut enam petarung UFC yang ia ingin ikut serta: Islam Makhachev, Khabib Nurmagomedov, Justin Gaethje, Daniel Cormier, Amanda Nunes, dan Kayla Harrison. Dua di antaranya, Makhachev dan Nurmagomedov, lahir di Dagestan, Rusia.

Respons White justru menambah intrik. Ia mengunggah foto dirinya berdiri di belakang podium ruang briefing Gedung Putih dengan tulisan "On to the next chapter" di Instagram . Namun, saat ditanya wartawan di London, ia tidak memberikan jawaban tegas.

"Saya akan bertemu dengannya, kami ada pertemuan hari Senin," kata White, seperti dikutip CBC . Ia mengaku akan langsung terbang ke Washington dan baru akan berbicara setelah pertemuan itu.

Sudah Ditolak atau Belum?
Situasi ini semakin membingungkan karena laporan media saling bertentangan. CNN melaporkan White telah menolak tawaran tersebut, mengutip sumber yang mengetahui masalah itu . Namun, TMZ melaporkan White akan bertemu Trump di Oval Office pada Senin untuk membahas posisi itu.

Seorang ajudan Gedung Putih bahkan menyebut Trump hanya bercanda . Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak White atau Gedung Putih mengenai status tawaran tersebut.

Posisi yang Sudah Lama Kosong
Kursi juru bicara Gedung Putih memang tengah kosong. Karoline Leavitt mundur pada akhir Agustus untuk lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga . Trump kemudian menunjuk Katie Zacharia pada Oktober, tetapi ia hanya bertahan lima hari setelah penampilan perdananya di ruang briefing dinilai berantakan.

Kekosongan ini terjadi di tengah situasi politik yang tidak mudah. Partai Republik baru saja kehilangan kendali atas DPR dan Senat dalam pemilu tengah periode, dan Trump tengah merombak tim intinya, termasuk mengganti kepala staf Susie Wiles dengan wakilnya, Stephen Miller.

Mengapa Dana White?
White bukan nama asing di lingkaran Trump. Keduanya telah bekerja sama sejak awal 2000-an, ketika kasino Trump Taj Mahal menjadi salah satu tempat pertama yang mau menggelar acara UFC . White juga berbicara di Konvensi Nasional Republik pada 2016, 2020, dan 2024.

Pada Juni 2026, UFC bahkan menggelar acara di halaman Gedung Putih untuk merayakan ulang tahun ke-80 Trump . Hubungan personal ini yang membuat tawaran tersebut, meski terdengar aneh, tidak sepenuhnya mengejutkan.

Yang menarik, White dikenal sebagai figur yang keras terhadap jurnalis. Pada 2020, ia merilis video yang menyasar reporter yang mempertanyakan keputusan UFC menggelar pertandingan di awal pandemi. Pada 2009, ia mengeluarkan video penuh makian terhadap seorang jurnalis.

Jika benar ia menerima jabatan itu, ruang briefing Gedung Putih mungkin akan berubah dari sesi tanya-jawab menjadi arena pertarungan verbal. Namun, dengan gaji jabatan itu sekitar 195.000 dolar AS per tahun, sementara kekayaan White diperkirakan lebih dari 600 juta dolar AS, keputusan menerimanya akan menjadi pilihan yang menarik untuk ditunggu.(*)

Komentar (0)