Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
JAKARTA, BERITANOW — BYD Racco mulai menapaki pasar di luar Jepang. Mobil listrik mungil berformat kei car itu resmi dipasarkan di Sri Lanka dengan harga perkenalan 11,45 juta rupee Sri Lanka atau sekitar Rp625 juta, dan berikutnya dijadwalkan masuk ke Makau. Langkah ini penting karena menunjukkan BYD mulai menguji daya tarik Racco di pasar setir kanan di luar negara asal desainnya.
Racco pertama kali dipasarkan di Jepang pada akhir Juli 2026 dan diklaim memperoleh sekitar 1.000 pemesanan dalam dua minggu. Harga di Jepang berada di kisaran 2,14 juta hingga 2,497 juta yen atau sekitar Rp244 juta–Rp285 juta, jauh di bawah harga Sri Lanka karena struktur bea masuk dan pajak kendaraan di negara itu. Perbedaan harga tersebut penting untuk diperhatikan sebelum menjadikan harga Sri Lanka sebagai acuan bagi pasar Indonesia.
Secara dimensi, BYD Racco memang dirancang untuk mobilitas kota. Panjangnya 3.395 mm, lebar 1.475 mm, tinggi 1.800 mm, dengan jarak sumbu roda 2.520 mm dan kapasitas empat penumpang. Bentuknya mengotak, menggunakan penggerak roda depan, dan memiliki radius putar minimum 4,8 meter sehingga karakter dasarnya cocok untuk jalan perkotaan yang padat.
Fitur Kecil, Teknologi Tidak Sederhana
Racco ditawarkan dengan dua kapasitas baterai LFP, yaitu 22,4 kWh dan 35,84 kWh. Keduanya dipasangkan dengan motor listrik 47 kW atau sekitar 64 PS dan torsi maksimum 160 Nm. Jarak tempuhnya berkisar 210 km hingga 320 km dalam pengujian WLTC, bergantung pada versi baterai dan varian yang dipilih.
Fitur yang ditawarkan juga cukup lengkap untuk ukuran kendaraan mungil. BYD membekalinya dengan dua pintu geser elektrik, dukungan NFC key pada varian tertentu, fitur pengisian cepat hingga 49 kW, V2L dan V2H, serta sejumlah sistem keselamatan berbasis ADAS. Fitur pendeteksi anak tertinggal di kabin dan sistem anti-jepit pada seluruh kaca juga menjadi bagian dari paket keselamatan yang ditawarkan.
Kabin Racco dirancang dengan banyak ruang penyimpanan dan konfigurasi kursi yang fleksibel. Bagasinya berkapasitas sekitar 280 liter, cukup besar untuk ukuran kei car, sementara suspensi dikembangkan khusus untuk penggunaan perkotaan dan jalan Jepang. Racco juga menggunakan pendekatan software-defined vehicle sehingga sejumlah fungsi kendaraan dapat diperbarui melalui sistem over-the-air.
Indonesia Masih Dikaji
Kabar baiknya, BYD Motor Indonesia tidak menutup pintu bagi Racco. Kepala Hubungan Masyarakat dan Pemerintah PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan mengatakan perusahaan sedang melakukan survei untuk mengukur ketertarikan konsumen dan besarnya pasar mobil listrik kompak di Indonesia. Menurut dia, respons awal secara teori cukup baik, tetapi keputusan penjualan belum dibuat dan belum ada jadwal resmi peluncuran.
Karena itu, belum ada harga resmi BYD Racco untuk Indonesia. Jika hanya menggunakan harga Jepang sebagai dasar, Racco berada di kisaran Rp244 juta–Rp285 juta sebelum mempertimbangkan pajak, biaya logistik, strategi impor, insentif kendaraan listrik, maupun kemungkinan produksi lokal. Sebagai pembanding, BYD Atto 1 saat ini dipasarkan di Indonesia mulai sekitar Rp199 juta hingga Rp245 juta, sehingga posisi harga Racco nantinya akan sangat bergantung pada strategi BYD agar tidak saling memakan pasar dengan model tersebut.
Secara editorial, rentang sekitar Rp250 juta–Rp300 jutaan bisa dianggap sebagai skenario masuk akal apabila Racco benar-benar dibawa ke Indonesia dengan struktur biaya yang kompetitif, tetapi angka itu bukan informasi resmi dari BYD. Harga dapat lebih tinggi jika unit masih berstatus impor penuh, atau lebih rendah bila BYD memasukkannya ke skema produksi lokal dan insentif kendaraan listrik. Untuk saat ini, yang sudah pasti adalah BYD sedang mempelajari pasarnya, sedangkan Sri Lanka menjadi laboratorium pertama untuk melihat bagaimana Racco diterima di luar Jepang.(*)