Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
JAKARTA, BERITANOW.COM - Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menyoroti tantangan wartawan di tengah derasnya arus informasi digital. Menurutnya, saat ini media sosial telah berkembang menjadi media rakyat, tetapi sekaligus dapat menjadi ruang konflik di masyarakat.
Hal itu disampaikan Komaruddin saat membuka Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Menurut Komaruddin, perkembangan teknologi informasi memberikan ruang luas bagi masyarakat untuk menyampaikan informasi, pendapat, dan pandangan. Namun, derasnya informasi juga menimbulkan persoalan ketika berbagai informasi beredar tanpa proses verifikasi “Media sosial menjadi media rakyat, tetapi juga menjadi ruang konflik,” ujar Komaruddin
Ia mengatakan, tantangan serupa juga dihadapi berbagai negara seiring perubahan pola masyarakat dalam memperoleh dan menyebarkan informasi.
Komaruddin menilai UKW menjadi bagian penting dalam meningkatkan kompetensi wartawan. Kemampuan tersebut diperlukan agar wartawan dapat menjalankan fungsi jurnalistik di tengah derasnya arus informasi publik. “Wartawan tidak hanya harus memiliki kemampuan menulis,” katanya.
Menurut dia, wartawan juga membutuhkan kemampuan komunikasi sosial karena pekerjaan jurnalistik berhubungan dengan masyarakat, narasumber, lembaga, dan berbagai kepentingan di ruang publik.
Selain itu, wartawan perlu memahami perkembangan teknologi yang telah mengubah cara informasi dikonsumsi masyarakat.
Pelaksanaan UKW tersebut juga dihadiri oleh Ketua Umum JMSI Dr. Teguh Santosa sekaligus membuka rangkian kegiatan tersebut. Dalam sambuatannya Teguh menyampaikan bahawa melalui kompetensi tersebut, wartawan diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh informasi yang lebih akurat dan memahami fakta di tengah kompleksitas ekosistem digital.
UKW JMSI di Gedung Dewan Pers menjadi bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme wartawan agar mampu menjalankan tugas jurnalistik sesuai standar kompetensi di tengah perubahan teknologi informasi. UKW yang diselenggarkan JMSi ini di ikuiti oleh 13 peserta terdiri dari peserta jenjang Muda dan Madya. (*)