Jumat, 02 Oktober 2026
Breaking News
Nasional

Banjir Informasi di Era AI, JMSI Minta Wartawan Tak Asal Ikuti yang Viral

Effra S. Husein | | 2 mnt baca
Banjir Informasi di Era AI, JMSI Minta Wartawan Tak Asal Ikuti yang Viral
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

JAKARTA, BERITANOW.COM – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan derasnya arus informasi digital menjadi tantangan baru bagi dunia jurnalistik. Wartawan dituntut tidak hanya cepat mendapatkan informasi, tetapi juga semakin kuat dalam melakukan riset dan verifikasi.

Pesan itu disampaikan Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Dr. Teguh Santosa, dalam penutupan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) JMSI di Hall Gedung Dewan Pers, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

UKW berlangsung selama dua hari, 30 September–1 Oktober 2026, dengan tema “Bikin Terang Indonesia”. Kegiatan tersebut digelar JMSI bekerja sama dengan Lembaga Uji Kompetensi Pikiran Rakyat dan diikuti wartawan jenjang UKW Muda serta UKW Madya.

Teguh mengatakan kompetensi wartawan harus berjalan beriringan dengan profesionalisme perusahaan media. Menurutnya, kualitas wartawan dan media menjadi bagian penting dalam menjalankan fungsi pers kepada masyarakat.

“Mestinya, wartawan yang berkualitas dan media profesional ini dapat berjalan seiring, sehingga pers nasional kita benar-benar berkualitas dan mampu menyehatkan demokrasi,” ujar Teguh.

Ia juga menyoroti semakin kompleksnya ruang informasi digital yang diwarnai penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hingga perkembangan teknologi AI.

Dalam situasi tersebut, wartawan dinilai tidak cukup hanya mengikuti informasi yang ramai di media sosial. Proses jurnalistik tetap membutuhkan riset, pemeriksaan sumber, konfirmasi, dan verifikasi sebelum informasi disampaikan kepada publik.

“Jika wartawannya rajin meriset, secara teoretis masyarakat akan selamat dari jebakan optik algoritma atau yang oleh Prof. Komaruddin disebut sebagai algo-sapiens,” katanya.

Perwakilan penguji Lembaga Uji Kompetensi Pikiran Rakyat, Replianto, menyebut peserta yang dinyatakan kompeten perlu menjadikan UKW sebagai awal untuk terus meningkatkan kapasitas.

“Ini adalah langkah awal untuk jalan ke depan,” kata Replianto.

Sementara itu, perwakilan peserta UKW, Suroso, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan serta kerja JMSI, lembaga penguji, para penguji, dan panitia.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Dewan Pers Prof. Komaruddin Hidayat, Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga Wayan Sudane, jajaran penguji, panitia, serta peserta UKW. Pelaksanaan UKW JMSI juga mendapat dukungan MIND ID dan Pertamina Patra Niaga. (*)

Komentar (0)