Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
LIMOGES, BERITANOW.COM – Balai Kota Limoges, sebuah kota di Prancis tengah, dilalap api saat aksi unjuk rasa menentang tingginya biaya hidup berujung kerusuhan pada Sabtu (17/10/2026). Kebakaran tersebut menyebabkan kerusakan parah pada bangunan bersejarah berusia lebih dari 140 tahun itu.
Otoritas setempat menyebutkan, api menjalar hingga ke bagian atap dan menyebabkan sebagian besar struktur bangunan mengalami kerusakan. Pejabat setempat memperkirakan bangunan tersebut sebagian besar telah kehilangan struktur aslinya akibat kebakaran.
Menurut laporan kantor berita AFP yang dikutip sejumlah media internasional, sekelompok orang bertopeng diduga membakar kendaraan polisi di depan balai kota sebelum memecahkan kaca jendela dan masuk ke dalam gedung untuk menyalakan api.
Petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api dan mencegah kerusakan lebih luas. Namun, besarnya kebakaran membuat bangunan bersejarah tersebut mengalami kehancuran serius.
Pejabat wilayah setempat, Maurice Barate, menyatakan bahwa atap bangunan runtuh ke lantai di bawahnya, kecuali pada sayap barat. Sekitar dua pertiga bagian eksterior bangunan juga dilaporkan telah rusak atau hilang akibat kebakaran.
Peristiwa tersebut menjadi salah satu insiden paling menonjol dalam gelombang demonstrasi yang melanda sejumlah kota di Prancis.
Protes Biaya Hidup Berujung Kerusuhan
Aksi unjuk rasa pada Sabtu berlangsung di berbagai wilayah Prancis. Demonstrasi dipicu oleh keresahan masyarakat terhadap meningkatnya biaya hidup, persoalan layanan publik, serta kondisi pendidikan.
Sejumlah kelompok mahasiswa dan pelajar turut menyuarakan tuntutan terkait kondisi sekolah dan alokasi sumber daya untuk pendidikan. Aksi tersebut juga diikuti kelompok pekerja dan elemen masyarakat lain yang mengkritik tekanan ekonomi serta kebijakan pemerintah.
Meski banyak peserta mengikuti demonstrasi secara damai, sejumlah lokasi mengalami bentrokan antara kelompok demonstran dan aparat keamanan.
Di Paris, polisi menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan kelompok yang terlibat bentrokan. Kebakaran dan aksi perusakan juga dilaporkan terjadi di beberapa kota lain.
Di Marseille, sejumlah demonstran sempat memasuki bagian lobi balai kota. Sementara itu, kantor pariwisata di Lyon mengalami kebakaran di tengah kerusuhan.
Sejumlah toko juga dilaporkan mengalami penjarahan. Insiden tersebut memperlihatkan bagaimana demonstrasi yang membawa tuntutan sosial dan ekonomi berkembang menjadi kerusuhan di sejumlah titik.
Kerusakan Bangunan Bersejarah Jadi Perhatian
Kebakaran Balai Kota Limoges menimbulkan kekhawatiran terhadap kelestarian bangunan bersejarah di kota tersebut. Gedung yang diresmikan pada 1883 itu merupakan salah satu bangunan penting dalam sejarah dan kehidupan pemerintahan setempat.
Kerusakan berat pada atap, struktur bangunan, dan bagian eksterior membuat tingkat kehancuran gedung menjadi perhatian utama otoritas setempat.
Otoritas Prancis masih menghadapi tantangan untuk menangani dampak kerusuhan sekaligus merespons keresahan sosial dan ekonomi yang melatarbelakangi aksi tersebut. (*)