Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
PANIAI, BERITANOW.COM – Baku tembak Paniai kembali memicu ketegangan keamanan di Kabupaten Paniai, Papua Tengah. Kontak senjata antara kelompok bersenjata TPNPB dan aparat militer Indonesia dilaporkan terjadi di Kampung Tuguwai, Distrik Aweida, Selasa (3/11/2026). Insiden tersebut menyebabkan warga setempat panik dan mengungsi ke sejumlah wilayah yang dianggap lebih aman.
Insiden tersebut memicu kepanikan warga. Masyarakat Distrik Aweida dilaporkan meninggalkan rumah dan mengungsi ke sejumlah lokasi yang dianggap lebih aman, terutama Kota Enarotali dan wilayah Dauwagu di perbatasan Kabupaten Paniai dan Intan Jaya.
Informasi mengenai kontak senjata tersebut disampaikan Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom, melalui siaran pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB.
Berdasarkan laporan yang diterima kelompok tersebut, baku tembak melibatkan TPNPB Kodap XIII Kegepanipouda Paniai dan aparat militer Indonesia. Kontak senjata disebut berlangsung sejak sekitar pukul 14.00 WIT hingga sore hari.
Hingga laporan tersebut disampaikan, belum diketahui adanya korban jiwa dari kedua pihak.
Warga Tinggalkan Kampung Halaman
Pengungsian warga disebut bukan hanya terjadi setelah baku tembak pada Selasa. Menurut laporan TPNPB, sebagian masyarakat mulai meninggalkan tempat tinggal sejak 29 Oktober 2026, menyusul operasi aparat di Kampung Tuguwai.
TPNPB mengklaim rumah pastoran Gereja Katolik dan Puskesmas Tuguwai ditempati aparat untuk dijadikan pos militer.
Namun, tudingan mengenai penggunaan fasilitas umum tersebut belum mendapatkan verifikasi independen.
Gelombang pengungsian dilaporkan semakin besar setelah kontak senjata terjadi. Warga memilih mencari perlindungan untuk menghindari risiko berada di tengah situasi konflik.
Korban Sipil Jadi Perhatian
Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan masyarakat sipil, terutama anak-anak, perempuan, dan lanjut usia yang terpaksa meninggalkan rumah.
Selain keamanan, kebutuhan makanan, air bersih, obat-obatan, serta tempat tinggal sementara menjadi persoalan penting yang perlu segera ditangani.
TPNPB juga mendesak aparat meninggalkan fasilitas gereja, kesehatan, dan sekolah yang menurut klaim mereka digunakan sebagai pos militer.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari TNI/Polri maupun Pemerintah Kabupaten Paniai mengenai kronologi baku tembak, jumlah pengungsi, dan kondisi terkini masyarakat di Distrik Aweida. (*)