Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
JAKARTA, BERITANOW.COM – CEO Anthropic, Dario Amodei, dijadwalkan menyantap jamuan privat bersama Presiden Donald Trump di Gedung Putih pada Minggu (27/9/2026) malam waktu Washington, atau Senin pagi WIB.
Rencana Amodei makan malam dengan Trump ini akan menjadi pertemuan empat mata pertama keduanya, dan Trump sendiri sudah membenarkannya. Hingga naskah ini ditulis, belum ada laporan tentang isi pembicaraan di meja makan itu.
Undangan ini muncul setelah Amodei tidak masuk daftar tamu jamuan kenegaraan untuk Presiden China Xi Jinping pada Kamis (24/9), padahal sejumlah bos teknologi lain hadir, dari Sam Altman hingga Jensen Huang.
Dua versi beredar soal sebabnya yaitu jadwal yang bentrok menurut sumber CNBC dan Axios, atau imbas perbedaan sikap soal laju pengembangan AI menurut media lain. Belum ada penjelasan resmi yang memastikan salah satunya, sementara Axios menyebut Trump kemudian mengundang Amodei secara pribadi.
Jamuan ini digelar dua hari sebelum Trump dan Ketua DPR AS Mike Johnson dijadwalkan menemui para pemimpin perusahaan AI di Gedung Putih pada Selasa (29/9). Axios menyebutnya sebagai pembuka bagi pertemuan yang lebih besar. Axios menilai, di pemerintahan yang sangat peka terhadap suasana hati dan hubungan personal presiden, duduk semeja dengannya sangat berharga.
Apa yang tersurat?
Perbedaan sikap kedua tokoh sudah terbuka. Pada 12 September, Amodei merilis rencana agar pengembangan AI di garis depan berlangsung lebih hati-hati, sedangkan Trump menyebut gelombang penolakan terhadap AI sebagai tipuan kubu Demokrat tanpa menyodorkan bukti, menurut TechCrunch.
Al Jazeera mencatat Trump menegaskan lagi bahwa aturan baru justru memberi China peluang menyalip Amerika, sambil menyindir Amodei yang menurutnya berlagak malaikat.
Hubungan Anthropic dengan pemerintahan Trump memang berliku sejak awal tahun. Pentagon menetapkan Anthropic sebagai risiko rantai pasok setelah perusahaan itu berupaya memasang pagar pengaman pada penggunaan teknologinya, dan Anthropic melawannya lewat pengadilan. Pada 28 Agustus, perusahaan meraih kemenangan pertamanya dalam perkara tersebut.
Di sisi lain, sejumlah pejabat sempat bernada lebih ramah. Menteri Perdagangan Howard Lutnick mengatakan pemerintah memercayai Anthropic, dan Direktur Kantor Kebijakan Sains dan Teknologi Gedung Putih Michael Kratsios menyebut komunikasi berjalan baik, seperti dikutip CNBC. Sebelum seruan perlambatan Amodei mengguncang sektor teknologi, hubungan itu memang tampak membaik.
Yang tersirat
Di balik jamuan itu ada hitungan kepentingan dua arah. Anthropic, yang menurut Axios bernilai ratusan miliar dolar dan berencana segera melantai di bursa, sulit diabaikan Gedung Putih yang ingin memenangi perlombaan AI. Menurut analisis redaksi, bagi Anthropic sendiri, hubungan yang membaik bisa meredam risiko regulasi dan sengketa dengan Pentagon.
Namun dalam kutipan yang kami baca, pernyataan resmi Gedung Putih tidak menyinggung perlambatan. Seorang pejabat hanya menegaskan bahwa Amerika akan memimpin dunia dalam "super intelligence" sambil melindungi konsumen.
Karena Trump juga belum mengubah sikapnya, jamuan ini lebih tampak sebagai upaya merawat hubungan ketimbang pergeseran kebijakan, meski itu penilaian redaksi dan belum terkonfirmasi.
Di belakang layar, pertarungan narasi juga berjalan. Axios melaporkan pihak-pihak yang menentang Amodei mengedarkan dokumen berisi ringkasan negatif tentang Amodei ke Gedung Putih menjelang jamuan.
Anthropic belum menanggapi permintaan komentar Axios soal dokumen itu, sedangkan menurut seorang pejabat senior, sebagian pihak dulu menyarankan pertemuan ditunda karena kepribadian Amodei dianggap kurang cocok bagi Trump.
Yang perlu dipantau
Hal pertama adalah hasil santap malam itu sendiri. Sumber-sumber yang kami baca terbit sebelum atau saat acara berlangsung, sehingga belum ada keterangan dari Trump, Amodei, atau Anthropic tentang isi pembicaraan. Redaksi akan memperbarui naskah begitu ada pernyataan resmi.
Berikutnya adalah pertemuan Selasa (29/9) antara Trump, Mike Johnson, dan para bos AI. Apakah Amodei hadir di sana, serta bagaimana sikap kubu Trump terhadap usulan perlambatan, akan menunjukkan seberapa jauh jamuan ini mengubah keadaan. Pertemuan itu juga memperlihatkan apakah Anthropic ikut duduk di meja perumusan kebijakan atau tetap di pinggir.
Terakhir, perkara hukum soal label risiko rantai pasok masih berjalan, sehingga keakraban di meja makan belum tentu menyelesaikannya. Rencana Anthropic melantai di bursa membuat sikap pemerintah makin penting bagi perusahaan. Bagi pembaca di Indonesia, arah kebijakan AI Amerika berpotensi memengaruhi akses teknologi, harga layanan, dan standar keamanan yang kelak dipakai secara global.(*)