Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
AMSTERDAM, BERITANOW.COM — Ajax Amsterdam mengamankan kemenangan 2-0 atas Atalanta pada pertandingan kedua fase liga UEFA Conference League 2026/2027 di Johan Cruijff ArenA, Kamis (22/10/2026) malam waktu setempat. Namun, penjaga gawang Timnas Indonesia Maarten Paes kembali tidak mendapat kesempatan bermain setelah pelatih Míchel Sánchez mempercayakan posisi utama kepada Marc-André ter Stegen. Keputusan tersebut menjadi perhatian di tengah persaingan kedua kiper untuk mendapatkan tempat dalam susunan pemain inti Ajax.
Kemenangan Ajax dipastikan melalui dua gol menjelang pertandingan berakhir. Tolu Arokodare memecah kebuntuan pada menit ke-87, sebelum Abdellah Ouazane menggandakan keunggulan pada menit ketiga masa tambahan waktu. Hasil ini sekaligus menjadi kemenangan pertama Ajax di kompetisi tersebut setelah sebelumnya kalah 1-2 dari Hajduk Split pada pertandingan pembuka.
Tambahan tiga poin membawa Ajax menempati peringkat ke-13 klasemen sementara dengan koleksi tiga poin. Atalanta memiliki jumlah poin sama, tetapi berada di posisi ke-15 setelah dua pertandingan. Sementara itu, Paes harus kembali menyaksikan rekan-rekannya bertanding dari bangku cadangan, tanpa memperoleh tambahan menit bermain.
Ajax Kuasai Pertandingan, Gol Datang Terlambat
Ajax mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan dan berusaha menekan pertahanan Atalanta. Salah satu peluang muncul melalui tembakan Lucas Rosa yang mengenai Gianluca Gaetano sebelum bola membentur mistar gawang. Meski mampu menciptakan tekanan, tim tuan rumah belum berhasil menjebol gawang Marco Carnesecchi hingga babak pertama berakhir tanpa gol.
Memasuki babak kedua, Ajax mempertahankan intensitas permainan untuk mencari gol pembuka. Pertahanan Atalanta masih mampu menahan serangan tuan rumah hingga pertandingan memasuki sepuluh menit terakhir. Kebuntuan akhirnya pecah ketika Arokodare memanfaatkan umpan panjang Youri Baas, memenangkan duel perebutan bola, kemudian menuntaskan peluang menjadi gol pada menit ke-87.
Ajax semakin nyaman setelah Ouazane menambah keunggulan pada menit ke-90+3. Penyerang muda itu menerima umpan Arokodare dari sisi kiri, bergerak menuju kotak penalti, lalu melepaskan tembakan dari sudut sempit yang sempat mengenai mistar sebelum masuk ke gawang. Berdasarkan catatan pertandingan TuttoAtalanta, Ajax unggul 59 persen penguasaan bola dan menghasilkan tujuh tembakan tepat sasaran, sedangkan Atalanta hanya mencatatkan satu.
Mengapa Míchel Tetap Memilih Ter Stegen?
Keputusan Míchel memainkan Ter Stegen memperlihatkan bahwa penjaga gawang asal Jerman tersebut masih menjadi pilihan utama Ajax dalam pertandingan penting. Ter Stegen tampil penuh melawan Atalanta dan membantu tim menjaga gawang tanpa kebobolan. Namun, belum ditemukan pernyataan pelatih yang secara khusus menjelaskan alasan mencadangkan Paes dalam pertandingan ini.
Dalam konferensi pers sebelum pertandingan, Míchel menekankan pentingnya memperbaiki penampilan Ajax setelah kekalahan dari Hajduk Split. Pelatih asal Spanyol itu menginginkan timnya tampil lebih efektif dan memenangkan duel-duel penting di lapangan. Menariknya, Ter Stegen turut hadir dalam konferensi pers tersebut, yang menunjukkan keterlibatannya dalam persiapan menghadapi Atalanta, meskipun hal itu tidak dengan sendirinya membuktikan alasan pemilihan kiper utama.
Persaingan posisi penjaga gawang Ajax sebenarnya telah berlangsung sejak awal musim. Pada September lalu, Míchel sempat memainkan Paes menggantikan Ter Stegen ketika menghadapi Willem II, dengan pertimbangan pemulihan kondisi fisik kiper asal Jerman tersebut. Saat itu, Míchel menjelaskan bahwa rotasi dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada pemain lain sekaligus mengatur kondisi Ter Stegen setelah mengalami cedera panjang.)
Posisi Paes Semakin Menantang
Hingga pertandingan melawan Atalanta, Paes tercatat baru tampil lima kali bersama Ajax sepanjang musim 2026/2027. Jumlah tersebut menunjukkan terbatasnya kesempatan yang diperoleh kiper Timnas Indonesia di tengah persaingan dengan Ter Stegen. Meski demikian, pencadangannya tidak dapat langsung diartikan sebagai penurunan kualitas karena keputusan susunan pemain juga dapat dipengaruhi kebutuhan pertandingan, kondisi fisik, dan pertimbangan pelatih.
Persaingan tersebut sebelumnya turut disoroti mantan penjaga gawang Manchester United sekaligus mantan petinggi Ajax, Edwin van der Sar. Dalam kunjungannya ke Jakarta pada 10 Oktober 2026, Van der Sar menilai Paes menghadapi tantangan besar karena harus bersaing dengan Ter Stegen yang memiliki pengalaman panjang di level tertinggi sepak bola Eropa. Situasi tersebut membuat Paes perlu terus menunjukkan kesiapan ketika kesempatan bermain diberikan.
Bagi Ajax, kemenangan atas Atalanta memberi modal penting untuk memperbaiki posisi di Conference League. Tim asuhan Míchel dijadwalkan menghadapi Midtjylland pada 5 November 2026 dalam pertandingan berikutnya di kompetisi tersebut. Sementara bagi Paes, pertandingan mendatang menjadi kesempatan potensial untuk kembali bersaing memperebutkan posisi utama, meskipun belum ada kepastian apakah Míchel akan melakukan rotasi penjaga gawang.(*)