Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
JAKARTA, BERITANOW.COM - Keributan yang melibatkan dua pengguna Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line terjadi di Stasiun Duri, Jakarta Barat, pada Rabu (4/11/2026) sore. Peristiwa yang memperlihatkan aksi saling pukul tersebut menjadi perhatian publik setelah videonya tersebar luas melalui media sosial.
PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) turut menyayangkan kejadian yang berlangsung di area hall lantai 1 stasiun tersebut. Berdasarkan penjelasan perusahaan, insiden bermula dari kesalahpahaman antara dua penumpang ketika sedang melakukan perpindahan peron.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut berlangsung sekitar pukul 17.05 WIB. Salah seorang pengguna KRL dilaporkan melakukan pemukulan terhadap penumpang lainnya.
Keterangan tersebut disampaikan Karina di Jakarta pada Kamis (5/11/2026). Ia menerangkan bahwa kejadian bermula ketika kedua pengguna kereta mengalami perselisihan setelah bersenggolan saat melakukan transit.
Awal Mula Keributan Penumpang di Stasiun Duri
Berdasarkan informasi KAI Commuter, perselisihan terjadi ketika kedua penumpang berpindah dari peron jalur 5 menuju peron jalur 2.
Saat berada di area perpindahan penumpang, keduanya diduga terlibat kesalahpahaman akibat bersenggolan. Situasi kemudian berkembang menjadi pertengkaran hingga salah satu pihak melakukan tindakan kekerasan terhadap pengguna lainnya.
Kejadian tersebut berlangsung di area hall lantai 1 Stasiun Duri. Lokasi yang menjadi salah satu area aktivitas penumpang itu kemudian menjadi perhatian setelah rekaman keributan beredar di berbagai platform media sosial.
Melihat adanya perselisihan, petugas keamanan stasiun langsung mengambil tindakan untuk menghentikan keributan. Sejumlah pengguna KRL yang berada di sekitar lokasi juga turut membantu memisahkan kedua pihak agar situasi tidak semakin memanas.
Petugas Keamanan Langsung Mengamankan Kedua Penumpang
Setelah berhasil dilerai, petugas melakukan pengamanan terhadap kedua pengguna Commuter Line. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya perselisihan lanjutan sekaligus memastikan kondisi di lingkungan stasiun kembali terkendali.
Kedua penumpang KRL di stasiun duri selanjutnya diarahkan menuju peron jalur 1-2 dengan pendampingan petugas keamanan.
Pengawalan dilakukan untuk menjaga situasi tetap kondusif selama keduanya melanjutkan perjalanan menggunakan KRL.
KAI Commuter memastikan bahwa petugas di lapangan telah melakukan penanganan ketika insiden berlangsung. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa area stasiun merupakan fasilitas publik yang harus dijaga kenyamanan dan keamanannya bersama.
Video Keributan KRL Stasiun Duri Beredar di Media Sosial
Sebelum mendapatkan penjelasan dari pihak KAI Commuter, rekaman yang memperlihatkan pertikaian dua penumpang tersebut lebih dahulu beredar di media sosial Instagram.
Video itu diunggah oleh akun @infojakarta.co.id. Dalam rekaman yang beredar, terlihat dua orang terlibat aksi saling pukul di lingkungan Stasiun Duri, Jakarta Barat.
Unggahan tersebut kemudian menarik perhatian warganet dan memunculkan berbagai tanggapan mengenai pentingnya menjaga sikap ketika menggunakan transportasi umum.
Meski terjadi kesalahpahaman di antara pengguna, persoalan semacam ini sebaiknya diselesaikan tanpa menggunakan tindakan kekerasan. Terlebih, stasiun merupakan fasilitas umum yang setiap hari digunakan masyarakat dengan berbagai kepentingan perjalanan.
KAI Commuter Ingatkan Penumpang untuk Menjaga Ketertiban
Menanggapi kejadian tersebut, KAI Commuter kembali mengingatkan seluruh pengguna Commuter Line agar mengutamakan keselamatan dan menjaga ketertiban selama berada di lingkungan stasiun maupun di dalam kereta.
Karina Amanda mengimbau masyarakat untuk menghindari tindakan yang dapat memicu kegaduhan serta menghormati hak dan kenyamanan sesama pengguna transportasi publik.
Menurutnya, kesadaran setiap penumpang dalam menjaga perilaku menjadi salah satu faktor penting untuk menciptakan perjalanan yang aman dan nyaman.
Pengguna KRL juga diharapkan dapat menyelesaikan kesalahpahaman melalui komunikasi yang baik. Apabila menghadapi persoalan atau perselisihan selama perjalanan, penumpang sebaiknya meminta bantuan petugas stasiun daripada mengambil tindakan sendiri yang berpotensi menimbulkan keributan.
Insiden di Stasiun Duri ini menjadi pengingat bahwa kenyamanan transportasi publik bukan hanya menjadi tanggung jawab operator, tetapi juga membutuhkan partisipasi seluruh masyarakat.
Dengan menjaga sikap, menghormati pengguna lain, serta mematuhi aturan perjalanan, lingkungan transportasi umum dapat tetap aman, tertib, dan nyaman bagi semua penumpang.(*)