Rabu, 04 November 2026
Breaking News
Internasional

Adam Hamawy Menang, Dokter Gaza Guncang Kongres AS!

Riskal Arief | | 4 mnt baca
Adam Hamawy Menang, Dokter Gaza Guncang Kongres AS!
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

NEW JERSEY, BeritaNow.com — Dari ruang operasi di Gaza menuju panggung politik Washington. Perjalanan hidup Adam Hamawy, dokter bedah keturunan Mesir yang pernah menangani korban perang Palestina, memasuki babak baru setelah memenangkan pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat. Kemenangan tersebut membawa seorang saksi langsung penderitaan warga Gaza ke lembaga yang turut menentukan kebijakan luar negeri dan anggaran militer Washington.

Dalam pemilu sela Amerika Serikat, Selasa (3/11/2026), Adam Hamawy yang diusung Partai Demokrat mengalahkan kandidat Republik Gregg Mele di Distrik Kongres ke-12 New Jersey. Associated Press memproyeksikan kemenangannya pada malam pemungutan suara, sementara penghitungan suara masih berlangsung. Hamawy diperkirakan menjadi anggota DPR AS Muslim pertama yang mewakili New Jersey, sebuah tonggak sejarah bagi komunitas Muslim dan warga keturunan Arab di negara bagian tersebut.

Pernah Menyelamatkan Senator, Kini Masuk Kongres
Sebelum terjun ke politik, Hamawy menjalani kehidupan sebagai dokter bedah plastik dan mantan dokter tempur Angkatan Darat Amerika Serikat. Pada 2004, ketika bertugas dalam Perang Irak, ia membantu menyelamatkan nyawa Tammy Duckworth setelah helikopter militernya ditembak jatuh. Duckworth kemudian menjadi senator AS dari Illinois, sementara Hamawy meneruskan karier kedokteran dan misi kemanusiaannya.

Dua dekade kemudian, hubungan mereka kembali menjadi perhatian dalam situasi berbeda. Pada Mei 2024, Hamawy terjebak bersama tenaga medis internasional di Gaza setelah jalur penyeberangan Rafah ditutup dalam operasi militer Israel. Duckworth membantu memperjuangkan evakuasi tim medis tersebut melalui pemerintah Amerika Serikat.

Hamawy ketika itu bekerja sebagai relawan medis di European Hospital, Gaza selatan. Ia menangani pasien di tengah keterbatasan fasilitas kesehatan dan ancaman pertempuran yang terus berlangsung. Pengalaman tersebut kemudian menjadi salah satu alasan yang ia kemukakan ketika memutuskan membawa persoalan perang dan pelayanan kesehatan ke arena politik.

Dari Korban Perang ke Kritik Kebijakan Washington
Pengalaman di Gaza membentuk pandangan politik Hamawy mengenai penggunaan anggaran negara. Dalam kampanyenya, ia mengusung gagasan yang menempatkan pembiayaan kesehatan masyarakat di atas pengeluaran untuk peperangan. Ia juga menyerukan penghentian bantuan militer Amerika Serikat kepada Israel dan peninjauan keterlibatan Washington dalam konflik luar negeri.

Namun, Hamawy tidak hanya berkampanye mengenai Palestina. Ia juga menawarkan perluasan jaminan kesehatan melalui program Medicare for All, perbaikan akses pendidikan, serta kebijakan untuk meringankan biaya hidup keluarga pekerja. Program-program tersebut merupakan agenda politik yang ia tawarkan kepada pemilih, bukan kebijakan yang sudah disahkan Kongres.

Kemenangan Hamawy menghadirkan perdebatan menarik mengenai hubungan antara pengalaman kemanusiaan dan keputusan politik. Selama bertahun-tahun ia menangani dampak peperangan melalui operasi medis, tetapi kini berpeluang terlibat dalam pembahasan kebijakan yang menentukan penggunaan kekuatan militer. Kendati demikian, satu anggota Kongres tidak dapat sendirian mengubah kebijakan luar negeri Amerika Serikat.

Sejarah Baru New Jersey, Ujian Baru di Washington
Hamawy akan menggantikan Bonnie Watson Coleman, anggota DPR AS dari Partai Demokrat yang memutuskan tidak mencalonkan diri kembali. Distrik ke-12 merupakan wilayah yang selama ini cenderung mendukung Demokrat. Karena itu, kemenangan Hamawy juga perlu dilihat dalam konteks kekuatan politik partainya di daerah pemilihan tersebut.

Menurut laporan MercerMe, ketika sekitar 93 persen suara telah dihitung pada Rabu dini hari waktu setempat, Hamawy memperoleh sekitar 70,2 persen suara. Gregg Mele memperoleh sekitar 28,3 persen, sementara sisanya terbagi kepada dua kandidat lain. Angka tersebut masih merupakan hasil sementara dan belum menjadi penetapan resmi akhir penyelenggara pemilu.

Bagi masyarakat keturunan Arab dan Muslim Amerika, keterpilihan Hamawy menambah keterwakilan politik di tingkat federal. Namun, dukungan pemilih tentu tidak dapat disederhanakan hanya berdasarkan identitas keagamaan atau asal-usul keluarga. Rekam jejak pelayanan kesehatan, pengalaman militer, dan agenda ekonomi domestik juga menjadi bagian dari profil politiknya.

Kemenangan ini menjadi awal perjalanan baru, bukan jaminan bahwa seluruh agenda Hamawy akan diterima Washington. Ia harus menghadapi perdebatan anggaran, kepentingan partai, serta mekanisme legislasi yang jauh berbeda dari ruang operasi rumah sakit. Setelah bertahun-tahun berusaha menyelamatkan manusia dari akibat perang, tantangannya kini adalah membuktikan apakah pengalaman itu dapat diterjemahkan menjadi kebijakan yang berdampak nyata.(*)

Komentar (0)