Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
MILAN, BeritaNow.com — Stadion San Siro kembali menjadi saksi malam pahit AC Milan di kompetisi Eropa. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Rossoneri justru dipermalukan Ferencvaros, klub asal Hungaria, dengan skor 0-2 pada matchday keempat Liga Europa 2026/2027, Kamis (5/11/2026) waktu setempat. Ironisnya, Milan menguasai sekitar 70 persen bola, tetapi tidak mampu mencetak satu gol pun.
Kekalahan AC Milan tersebut ditentukan oleh dua gol Lenny Joseph pada menit ke-52 dan ke-66. Hasil ini terasa semakin menyakitkan karena Milan baru saja mengalahkan rival sekotanya, Inter Milan, dengan skor 3-1 dalam Derby della Madonnina. Kemenangan di liga domestik rupanya belum cukup untuk mengatasi persoalan performa mereka di panggung Eropa.
Menguasai Bola, tetapi Kehilangan Ketajaman
Milan sebenarnya memasuki pertandingan dengan sejumlah persoalan komposisi pemain. Pelatih Ruben Amorim kehilangan kiper utama Mike Maignan akibat skorsing setelah menerima kartu merah dalam kekalahan melawan Bournemouth. Sejumlah pemain lain juga absen karena cedera sehingga Lorenzo Torriani mendapat kesempatan menjaga gawang.
Ferencvaros justru tampil lebih berbahaya sejak babak pertama. Kristoffer Zachariassen menguji kemampuan Torriani, sementara Lenny Joseph nyaris memanfaatkan kesalahan umpan Ardon Jashari. Milan baru memperoleh peluang berarti melalui Alphadjo Cisse menjelang turun minum, tetapi penyelesaiannya belum menemui sasaran.
Statistik pertandingan memperlihatkan persoalan utama Rossoneri. Berdasarkan Football Italia, Milan mencatat 70 persen penguasaan bola dan melepaskan 15 tembakan, tetapi hanya dua yang mengarah tepat ke gawang. Sebaliknya, Ferencvaros hanya menguasai 30 persen bola, tetapi menghasilkan delapan tembakan tepat sasaran dari 12 percobaan.
Kesalahan Kiper dan Serangan Balik Menghukum Milan
Kebuntuan pecah pada menit ke-52 ketika Torriani gagal menguasai bola secara sempurna di bawah tekanan Zachariassen. Bola terlepas dan jatuh kepada Joseph yang dengan mudah menyelesaikan peluang ke gawang kosong. Kesalahan dalam penguasaan bola di area pertahanan sendiri menjadi titik balik pertandingan.
Empat belas menit kemudian, Ferencvaros kembali menghukum pertahanan Milan melalui serangan balik cepat. Zachariassen bergerak dari wilayah pertahanannya sebelum memberikan umpan kepada Joseph yang berada dalam posisi menguntungkan. Gol kedua tersebut memperlihatkan bagaimana ruang yang ditinggalkan pemain Milan dapat dimanfaatkan lawan secara efektif.
Amorim sebenarnya telah melakukan tiga pergantian pemain saat jeda dengan memasukkan Christian Pulisic, Diego Moreira, dan Mario Gila. Milan bahkan mendapat keuntungan jumlah pemain setelah Bamidele Yusuf menerima kartu merah pada menit ke-77. Namun, keunggulan menghadapi sepuluh pemain tidak mampu mengubah hasil akhir pertandingan.
Klasemen Terancam, Tiket Playoff Mulai Menjauh
Kekalahan tersebut menjadi yang ketiga bagi Milan dalam empat pertandingan fase liga. Rossoneri baru mengumpulkan tiga poin dan berada di luar zona kelolosan ketika laporan pertandingan diterbitkan. ANTARA menempatkan mereka pada posisi ke-27, dengan selisih satu poin dari batas zona playoff peringkat ke-24.
Sebaliknya, Ferencvaros mengumpulkan 12 poin setelah menyapu bersih empat pertandingan dengan kemenangan. Tim asal Hungaria itu menjadi salah satu pesaing papan atas klasemen sementara. Namun, posisi persis kedua klub masih dapat berubah karena pertandingan matchday keempat berlangsung dalam beberapa gelombang.
Dengan format Liga Europa yang menggunakan klasemen gabungan 36 tim, hanya delapan posisi teratas yang langsung lolos ke babak 16 besar. Tim peringkat sembilan hingga 24 harus melewati playoff, sedangkan penghuni posisi 25 sampai 36 tersingkir. Milan masih mempunyai empat pertandingan untuk memperbaiki peluang, dimulai dengan lawatan menghadapi Olympiacos pada 26 November.
Kekalahan dari Ferencvaros menunjukkan bahwa penguasaan bola bukan jaminan kemenangan. Milan menghadapi persoalan ketajaman, kesalahan individual, dan pertahanan transisi yang berhasil dieksploitasi lawan. Jika Amorim tidak segera menemukan solusinya, klub dengan sejarah besar di kompetisi Eropa itu berisiko tersingkir lebih cepat daripada yang diharapkan pendukungnya.(*)