Jagat maya dihebohkan dengan beredarnya sebuah rekaman video amatir yang memperlihatkan aksi mencekam seorang pria di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Pria misterius tersebut nekat membawa senjata tajam dan mengamuk di tengah kepanikan warga yang sedang mengantre di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Wulele, Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wua-Wua.
Aksi koboi jalanan yang terjadi pada Minggu, 28 Juni 2026 tersebut mendadak viral di media sosial setelah diunggah oleh salah satu akun netizen di Facebook dan memicu kecaman luas.
Berdasarkan rekaman video yang beredar, pelaku yang mengenakan jaket hitam tersebut datang seorang diri ke area dispenser pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM). Sambil berjalan mondar-mandir, ia tampak menggenggam senjata tajam jenis parang/badik dan berteriak-teriak dengan nada tinggi.
Berikut adalah deretan fakta menegangkan di lokasi kejadian:
Tantang Warga Berkelahi: Di tengah kepanikan para pengendara yang sedang mengantre, pelaku dengan arogan menunjuk salah satu warga di lokasi untuk menantangnya berduel. “Apa, mau duel?” teriak pria tersebut sembari mengacungkan senjatanya.
Nyaris Sabet Penyelamat: Melihat situasi makin tidak kondusif, dua orang warga sempat memberanikan diri untuk mendekat dan mencoba menenangkan pelaku. Bukannya mereda, pria itu justru secara beringas mengayunkan parangnya ke arah warga tersebut. Beruntung, sasaran berhasil menghindar dengan cepat sehingga tidak ada korban jiwa.
Dikejar Massa: Geram melihat aksi anarkis yang membahayakan keselamatan publik, sejumlah pengendara dan warga di lokasi akhirnya kompak bersatu untuk mengejar pelaku hingga pria tersebut kocar-kacir melarikan diri.
Menurut keterangan dari pengunggah video, aksi nekat pelaku disinyalir kuat dipicu karena dirinya emosi dan tidak mau mengantre secara tertib saat hendak mengisi bensin kendaraannya.
Merespons video viral yang meresahkan warga Kota Kendari ini, aparat kepolisian langsung melakukan penelusuran. Namun, hingga Minggu sore, pihak berwajib mengaku belum menerima laporan resmi dari pihak pengelola SPBU maupun warga yang merasa dirugikan.
“Kami belum monitor. Belum ada laporan yang masuk ke kami,” ungkap Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Kendari, AKP Weliwanto Malau, saat dikonfirmasi via pesan singkat WhatsApp.
Meski belum ada laporan resmi, polisi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan selalu mengutamakan ketertiban saat mengantre di fasilitas umum guna menghindari gesekan fisik. (sumber: disway.id)
![]()
Be the first to comment