Pria Hilang Selama 2,5 Tahun Ditemukan di Gunung Salak

Ayi Solehudin, warga Kampung Babakansirna, Desa Sukajadi, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, akhirnya ditemukan setelah dilaporkan menghilang selama kurang lebih dua setengah tahun. Saat ditemukan di kawasan lereng Gunung Salak, Kabupaten Sukabumi, kondisinya sangat lemah. Kini ia telah kembali bersama keluarganya dan menjalani perawatan untuk memulihkan kesehatannya.

Keluarga menjelaskan bahwa Ayi tidak berada di Gunung Salak selama masa hilangnya. Selama bertahun-tahun menghilang, ia diketahui berpindah-pindah tempat sebelum akhirnya ditemukan di kawasan tersebut oleh warga setempat.

Penemuan Ayi bermula ketika sejumlah warga memeriksa kondisi aliran sungai setelah hujan deras mengguyur wilayah pegunungan pada malam sebelumnya. Saat melakukan pengecekan, mereka menemukan seorang pria terbaring lemas di dekat sungai.

Setelah menerima informasi tersebut, aparat desa bersama relawan Ambulans Sukabumi Bersatu (ASB) segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Karena medan yang sulit dan cukup curam, proses penyelamatan dilakukan secara manual dengan menggunakan tandu.

Relawan ASB, Muh Irfan Maulana, mengungkapkan bahwa saat ditemukan, kondisi korban sangat memprihatinkan. Selain tubuh yang lemah, Ayi juga menunjukkan tanda-tanda hipotermia.

“Kronologinya itu ketemunya sama warga situ yang ingin melihat air karena semalam hujan deras, kemudian menemukan pria tersebut dengan posisi sudah tergeletak,” ujar Irfan.

Ia menambahkan, proses evakuasi memakan waktu sekitar tiga jam hingga korban berhasil dibawa keluar dari area hutan. Identitas Ayi kemudian dipastikan melalui pemeriksaan sidik jari dan retina mata.

“Si bapak lemas banget, tidak bisa jalan dan bicara juga kaku. Dia juga tidak tahu atau tidak menjawab bagaimana bisa berada di Gunung Salak,” katanya.

Setelah identitasnya diketahui, para relawan segera menghubungi keluarganya di Kecamatan Campaka.

“Ayi sudah dijemput keluarganya. Alhamdulillah relawan ASB, Sukabumi Bersatu, Sosial Tangan Peduli, warga dan pihak desa turut membantu proses evakuasi serta menghubungi keluarganya,” lanjut Irfan.

Kakak kandung Ayi, Ujang Sulaeman (53), menjelaskan bahwa adiknya meninggalkan rumah sekitar 2,5 tahun lalu. Selama itu, keluarga beberapa kali menerima informasi keberadaan Ayi di berbagai daerah.

Menurut Ujang, Ayi memiliki riwayat gangguan kejiwaan yang membuatnya kerap berjalan tanpa tujuan dan sulit dilacak oleh keluarga.

“Sempat di Ciwidey, di Cirebon, kemudian ada yang pernah melihat di Jampang Surade Sukabumi. Tapi setiap kali keluarga menyusul, sudah tidak ada karena pergi lagi,” tutur Ujang.

Ia menegaskan bahwa Gunung Salak bukan lokasi tempat adiknya menghilang selama bertahun-tahun.

“Jadi bukan hilang di Gunung Salak selama 2,5 tahun. Tapi sudah hilang sejak 2,5 tahun lalu dan terakhir ketemu di Gunung Salak,” elasnya.

Saat ini Ayi telah kembali ke kediamannya di Kampung Babakansirna, Desa Sukajadi, Kecamatan Campaka. Keluarga bertekad memberikan pendampingan lebih intensif agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Campaka, dr. Tito, mengatakan pihaknya terus memonitor perkembangan kesehatan Ayi, baik dari sisi fisik maupun kondisi kejiwaannya.

“Petugas secara rutin mengecek kondisinya, terutama kesehatan fisik. Kondisinya lemah karena kurangnya asupan makanan. Kami juga akan melanjutkan pengobatan kejiwaannya agar kondisinya semakin membaik,” ujarnya.

Loading

Be the first to comment

Leave a Reply