Shakira Menang Gugatan, Bakal Terima Rp1,13 Triliun dari Spanyol

Shakira memenangkan gugatan sengketa pajak tahun 2011 setelah Pengadilan Tinggi Nasional Spanyol memerintahkan otoritas pajak negara tersebut mengembalikan lebih dari 55 juta euro atau sekitar Rp1,13 triliun kepadanya.

Dilansir AFP, Senin (18/5/2026), pengadilan menyatakan otoritas pajak gagal membuktikan bahwa Shakira tinggal di Spanyol lebih dari 183 hari selama tahun 2011, yang menjadi syarat seseorang dikategorikan sebagai wajib pajak penghasilan pribadi di negara itu.

Berdasarkan salinan putusan yang dirilis Minggu (18/5/2026), pengadilan justru menemukan bahwa penyanyi tersebut hanya berada di Spanyol selama 163 hari sepanjang 2011.

“Sebaliknya, pengadilan menemukan bahwa Shakira menghabiskan 163 hari di Spanyol dan oleh karena itu otoritas pajak gagal membuktikan bahwa sang penyanyi memiliki pusat kepentingan ekonominya di Spanyol,” bunyi petikan putusan tersebut.

Atas keputusan itu, pengadilan memerintahkan badan pajak Spanyol mengembalikan seluruh dana yang sebelumnya telah dibayarkan Shakira beserta bunga hukumnya.

Selain pengembalian dana, otoritas pajak Spanyol juga diwajibkan mencabut denda jutaan euro serta penyesuaian pajak yang sebelumnya menetapkan Shakira sebagai wajib pajak residen Spanyol.

Total dana yang harus dikembalikan meliputi sekitar 24 juta euro atau setara Rp493,9 miliar untuk pajak penghasilan serta hampir 25 juta euro atau sekitar Rp514,7 miliar terkait denda pelanggaran yang sebelumnya dikategorikan sebagai pelanggaran “sangat serius.”

Putusan tersebut keluar di tengah persiapan Shakira menutup tur dunia “Women Don’t Cry Anymore” melalui konser residensi di Madrid yang dijadwalkan berlangsung mulai September 2026.

Penyanyi bernama lengkap Shakira Isabel Mebarak Ripoll itu diketahui pernah menjalin hubungan dengan mantan pesepak bola Gerard Piqué selama lebih dari satu dekade sebelum keduanya resmi berpisah pada 2022.

Hubungan mereka bermula saat bertemu dalam proses pembuatan video klip lagu resmi Piala Dunia FIFA 2010 berjudul Waka Waka (This Time for Africa).

Setelah berpisah, Shakira memutuskan pindah ke Miami bersama kedua anak mereka.

Sejak awal proses hukum, Shakira menegaskan dirinya baru menetap permanen di Barcelona pada akhir 2014 dan baru memindahkan domisili pajaknya dari Bahama ke Spanyol pada 2015.

Kasus pajak tahun 2011 ini menjadi salah satu bagian dari rangkaian sengketa panjang antara Shakira dan otoritas pajak Spanyol.

Sebelumnya, pihak pajak juga menuduh Shakira tinggal di Spanyol lebih dari 183 hari selama periode 2012 hingga 2014 sehingga diwajibkan membayar pajak pada masa tersebut.

Selain itu, masih ada perkara lain terkait dugaan ketidaksesuaian laporan pajak pada 2018.

Pada 2023, Shakira akhirnya memilih menyepakati perdamaian dengan jaksa penuntut demi menghindari proses persidangan dalam kasus dugaan penipuan pajak yang lebih besar.

Selama proses penyelidikan, otoritas pajak Spanyol bahkan menelusuri unggahan media sosial Shakira dan memanggil sejumlah saksi, termasuk penata rambut hingga tetangga di sekitar tempat tinggalnya.

Menanggapi investigasi tersebut, Shakira pernah menyebut pemeriksaan pajak yang dilakukan otoritas Spanyol layaknya “sidang Inkuisisi.”

Dalam surat yang dipublikasikan media Spanyol El Mundo pada 2024, Shakira menilai pihak berwenang lebih fokus “membakarnya di depan umum” dibanding mendengarkan pembelaannya.

Loading

Be the first to comment

Leave a Reply