Pratama Arhan Wisuda Sarjana dengan Ijazah Blockchain Pertama di Indonesia

Pemain Timnas Indonesia, Pratama Arhan Alif Rifai menjalani wisuda di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Rabu 29 April 2026. Arhan kini resmi menyandang gelar Sarjana Manajemen (S.M.).

Tak hanya itu, angkatan wisuda ke-87 kali ini juga mencatat sejarah sebagai lulusan pertama di Indonesia yang menerima ijazah berbasis teknologi blockchain Inovasi tersebut menjamin keamanan, keaslian, sekaligus memudahkan proses verifikasi dokumen secara digital.

Wisuda hari pertama digelar di Ballroom Rama Shinta, Patra Hotel Semarang. Pada sesi ini, sebanyak 402 wisudawan dilantik, termasuk Pratama Arhan. Mereka berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Hukum dan Studi Global (FHSG), Fakultas Kesehatan (FKes), Fakultas Teknik (FT), program Pascasarjana, serta Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Kediri di bawah Fakultas Ilmu Komputer (FIK).

Rektor Udinus, Prof. Dr. Pulung Nurtantio Andono, menegaskan bahwa ijazah bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan pintu awal untuk menapaki dunia profesional.

“Dunia kerja tidak selalu menanyakan IPK kalian, tetapi melihat sejauh mana kalian membawa manfaat bagi masyarakat. Dunia membutuhkan orang-orang yang berani bermimpi dan bekerja keras,” ujarnya,

Selain memperkenalkan inovasi ijazah blockchain, Udinus juga meluncurkan Lifelong Learning Center, sebuah fasilitas pembelajaran berkelanjutan bagi para alumni.

Menurut Prof. Pulung, fasilitas tersebut menjadi bentuk komitmen kampus dalam mendampingi lulusan untuk terus meningkatkan kompetensi sesuai kebutuhan industri.

“Melalui program ini, kami akan membimbing alumni untuk meningkatkan keterampilan serta memperkuat kompetensi yang dibutuhkan industri. Ini komitmen kami agar alumni tetap berkembang setelah lulus,” katanya.

Terkait penerapan blockchain, Prof. Pulung menyebut Udinus menjadi pelopor di Indonesia dalam menghadirkan sistem ijazah digital yang aman, transparan, dan terpercaya.

“Dengan teknologi ini, setiap ijazah lulusan Udinus memiliki sistem verifikasi digital yang tidak dapat dimanipulasi. Keaslian ijazah akan terverifikasi secara global,” tegasnya.

Sementara itu, Pratama Arhan yang tampil sebagai perwakilan wisudawan mengungkapkan rasa syukur atas dukungan kampus selama menempuh pendidikan sejak 2020.

Ia mengaku bangga dapat menyelesaikan studi di tengah kesibukannya sebagai pesepak bola profesional.

“Saya menjadi bukti bahwa Udinus memberikan fleksibilitas serta beasiswa yang memungkinkan saya menyeimbangkan karier sepak bola profesional dengan pendidikan tinggi,” ungkap Arhan.

Arhan juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga, khususnya sang ibu dan almarhum ayah, yang selalu mendukung langkahnya hingga berhasil meraih gelar sarjana.

Ia bahkan telah berencana untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister di Udinus.

“Saya sangat bangga dan berencana melanjutkan studi S-2 Ilmu Komunikasi di Udinus,” tuturnya.

Inovasi ijazah blockchain Udinus juga mendapat apresiasi dari Chief Information Officer Dubai Blockchain Center, Igor Arkhypenko. Menurutnya, langkah ini menjadi tonggak penting dalam pemanfaatan blockchain di dunia pendidikan.

“Banyak orang mengira blockchain hanya berkaitan dengan finansial atau kripto. Padahal, teknologi ini sangat relevan untuk dokumen penting seperti ijazah dan verifikasi keasliannya,” ujarnya.

Senada, Ketua LLDikti Wilayah VI Jawa Tengah, Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, menyebut penerapan blockchain akan sangat membantu lulusan dalam proses rekrutmen, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Ia berharap ke depan ijazah berbasis blockchain juga dapat disajikan dalam format bilingual agar semakin memudahkan lulusan bersaing di pasar kerja global.

Sebagai informasi, Wisuda ke-87 Udinus berlangsung selama dua hari dengan total 841 wisudawan dari lima fakultas. Para lulusan berasal dari jenjang Diploma, Sarjana Terapan, Sarjana, hingga Pascasarjana, termasuk program Magister dan Doktor.

 

 

 

sumber: ayosemarang.com

Loading

Be the first to comment

Leave a Reply