Aksi premanisme kembali meresahkan pedagang kecil di Jakarta. Kali ini, seorang penjual bakso keliling di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, menjadi korban pemerasan disertai tindakan kekerasan.
Tak hanya dimintai uang, pelaku juga merusak dagangan korban setelah permintaannya tidak dipenuhi. Kejadian tersebut terekam dan viral di media sosial pada Jumat, 10 April 2026. Dalam video yang beredar, terlihat pelaku mengambil mangkuk dari gerobak korban lalu membantingnya hingga pecah dan berserakan.
Di balik aksi itu, korban disebut dipaksa memberikan uang ratusan ribu rupiah dengan alasan “uang keamanan”. Penolakan terhadap permintaan tersebut bahkan diiringi ancaman serius.
Dikutip dari akun Instagram @jabodetabek24info, “Seorang pria diduga meminta uang Rp100 ribu untuk bulanan ke pedagang bakso Malang di wilayah Kampung Bali, Tanah Abang. Tak terima lantaran pedagang tersebut meminta tenggang waktu, pria berbadan tegap tersebut menghancurkan mangkok-mangkok bakso yang dibawa pedagang tersebut,” .
Menanggapi kejadian tersebut, pihak kepolisian langsung bertindak. Kapolsek Metro Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo, menyatakan bahwa tiga pelaku berhasil diamankan tak lama setelah video tersebut viral.
“Berhasil membawa pelaku berjumlah 3 orang bernama TDT (26) waga Kampung Bali, DA (36) warga Kampung Bali dan OP (36) warga Kampung Bali,” ujar Dhimas.
Ia menjelaskan, aksi tersebut bukan sekadar intimidasi biasa. Ketiga pelaku datang bersama-sama dan menekan korban agar memberikan uang sebesar Rp300 ribu, bahkan disertai ancaman menggunakan senjata tajam.
“Pelapor sedang dagang di TKP, dateng 3 (tiga) orang pelaku meminta uang jatah keamanan sebesar Rp 300.000 sambil mengancam akan menusuk apabila tidak diberikan,” jelasnya.
Polisi juga mengungkap bahwa para pelaku diduga sudah sering melakukan aksi serupa, dengan menyasar pedagang lain, termasuk pemilik warung kopi di kawasan Jalan Fachrudin.
Saat penangkapan, petugas menemukan barang bukti berupa senjata tajam yang digunakan untuk mengintimidasi korban.
“Membawa 3 orang pelaku ke Polsek untuk diambil keterangan. Menyita barang bukti sajam (senjata tajam),” tambahnya.
Saat ini, ketiganya masih menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Metro Tanah Abang. Polisi juga mendalami kemungkinan adanya korban lain dalam kasus pemalakan yang meresahkan pedagang kecil tersebut.
![]()
Be the first to comment