Peristiwa kebakaran sepeda motor di sebuah SPBU di kawasan Sriwijaya, Candisari, Kota Semarang, Jawa Tengah, menjadi perhatian publik setelah videonya tersebar luas di media sosial pada Minggu (5/4).
Sepeda motor jenis Yamaha Fiz R dilaporkan terbakar tak lama setelah pengisian BBM jenis Pertamax selesai dan pemiliknya mencoba menyalakan mesin. Dalam rekaman yang diunggah akun TikTok @relisviano.chiko, terlihat api tiba-tiba muncul dan dengan cepat membesar di sekitar kendaraan.
Dalam video tersebut, pemilik motor juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap penanganan dari petugas SPBU.
Ia menyebut penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) sempat tertunda karena harus menunggu persetujuan dari pihak manajemen, sehingga api terlanjur membesar hingga hanya menyisakan kerangka motor.
Menanggapi kejadian itu, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Tengah dan DIY memberikan klarifikasi resmi. Area Manager Communication, Relations, dan CSR Pertamina Patra Niaga Jateng-DIY, Taufik Kurniawan, menyatakan pihaknya langsung mengambil langkah cepat.
“Jadi hari ini kami menyikapi kejadian yang viral kemarin mengenai kebakaran motor di SPBU Sriwijaya. Saya sekarang berada di SPBU Sriwijaya,” ujarnya dalam keterangan pers, Senin (6/4).
Sebagai bentuk evaluasi, Pertamina memutuskan menutup sementara operasional SPBU Sriwijaya selama dua hari. Penutupan ini dilakukan untuk pembinaan serta peningkatan standar keselamatan.
“SPBU Sriwijaya kami tutup operasionalnya selama dua hari untuk pembekalan dan pembinaan, khususnya terkait aspek safety dari HSSE Pertamina serta pelatihan kesigapan dalam fast response golden hour terjadinya kebakaran,” jelasnya.
Selain itu, dilakukan pula perbaikan fasilitas guna memastikan seluruh standar keamanan terpenuhi.
“Penutupan ini juga untuk perbaikan sarana-prasarana, baik itu safety maupun seluruh fasilitas yang perlu diperbaiki di SPBU ini,” tambahnya.
Terkait distribusi BBM, Pertamina memastikan pasokan tetap aman. Masyarakat dapat mengisi BBM di SPBU terdekat seperti SPBU Veteran dan SPBU Kokrosono Ahmad Yani.
“Masyarakat Kota Semarang bisa memperoleh BBM di SPBU terdekat, seperti SPBU Veteran dan SPBU Kokrosono Ahmad Yani. Stoknya masih aman, untuk gasolin di atas 30 ribu liter dan gasoil di angka 20 ribu liter,” katanya.
Pertamina juga menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan mediasi dengan pemilik kendaraan. Dari hasil klarifikasi, diketahui motor tersebut sudah mengalami masalah sebelumnya.
“Dari konsumen juga sudah mengeluarkan statement dan klarifikasi bahwa motor tersebut bermasalah sejak awal, dituntun ke SPBU, dan terdapat kebocoran pada karburator kendaraan,” ujar Taufik.
Meski demikian, langkah penutupan sementara tetap dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab dan evaluasi menyeluruh.
“Walaupun sudah ada mediasi, kami tetap menutup SPBU ini untuk perbaikan secara menyeluruh. Mudah-mudahan ini menjadi refleksi bagi kedua belah pihak,” tegasnya.
Pertamina juga mengingatkan masyarakat agar memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik sebelum melakukan pengisian BBM, terutama pada sistem kelistrikan dan pembakaran.
“Kami mengingatkan konsumen untuk memperhatikan kondisi kendaraan, khususnya jika ada spesifikasi yang tidak standar pada kelistrikan maupun sistem pembakaran, karena berpotensi menimbulkan risiko kebakaran,” ujarnya.
Sebagai langkah pencegahan, Pertamina bersama Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang akan meningkatkan pengawasan terhadap aspek keselamatan di SPBU.
“Damkar akan melakukan patroli rutin untuk mengecek aspek safety di SPBU serta meningkatkan kewaspadaan operator dalam penanganan kebakaran,” pungkasnya.
![]()
Be the first to comment