Mobil Pribadi Dibatasi Isi Pertalite, per Hari Maksimal Rp500 Ribu

Penggunaan Pertalite untuk mobil pribadi mulai dibatasi. Dalam sehari, tiap mobil maksimal mengisi BBM Pertalite Rp 500 ribu.

Pemerintah mengumumkan pembatasan konsumsi Pertalite untuk mobil pribadi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap bahwa pemerintah akan mengatur pembelian BBM subsidi berupa solar dan juga Pertalite sebanyak 50 liter per hari per kendaraan.

“Pemerintah akan melakukan pengaturan pembelian dengan penggunaan barcode mypertamina, dengan batas wajar 50 liter per kendaraan tapi ini tidak berlaku bagi kendaraan umum,” jelas Airlangga dalam Konferensi Pers tentang Kebijakan Pemerintdah dalam Mitigasi Risiko dan Antisipasi Dinamika Global yang ditayangkan Youtube Sekretariat Presiden.

Pemerintah juga memastikan tak ada kenaikan harga BBM subsidi Pertalite dan solar. Pertalite masih dijual Rp 10.000 per liter sementara solar Rp 6.800 per liter. Itu artinya, bagi mobil pribadi pengguna Pertalite, maka dalam sehari pengisian maksimal BBM RON 90 itu Rp 500 ribu.

Sebelum adanya pembatasan, sudah beredar Surat Keputusan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi terkait pengendalian penyaluran Jenis BBM Tertentu Solar dan Jenis BBM Khusus Penugasan Pertalite yang bakal berlaku mulai 1 April 2026. Dalam beleid itu disebutkan, kendaraan perseorangan alias kendaraan pribadi maksimal beli Pertalite 50 liter per hari per kendaraan.

Adapun kuota 50 liter itu dinilai Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sudah cukup. Tangki mobil pun sudah penuh dan cukup memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Dalam pandangan kami sebagai mantan sopir angkot wajar dan bijak itu kalau isi mobil satu hari 50 liter, itu tangki sudah penuh. Jadi kita akan mendorong ke arah sana,” jelas Bahlil dalam kesempatan yang sama.

Sementara untuk BBM nonsubsidi, sejauh ini harga jualnya masih ditahan. Bahlil menyebut pemerintah telah berdiskusi dengan Pertamina dan pihak SPBU swasta terkait harga tersebut hingga waktu yang belum ditentukan.

sumber : detik.com

Loading

Be the first to comment

Leave a Reply