Ketenteraman warga Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, mendadak berubah menjadi tegang setelah seekor macan tutul Jawa (Panthera pardus melas) dilaporkan memasuki area permukiman pada Kamis pagi (4/2/2026). Insiden tersebut menyebabkan dua warga setempat mengalami luka.
Kepala Desa Maruyung, Apen Supendi, menyampaikan bahwa laporan awal diterima dari warga sejak pagi hari. Kehadiran satwa liar yang dilindungi itu memicu kepanikan karena terlihat berada tidak jauh dari rumah-rumah penduduk.
“Warga melaporkan ada macan tutul masuk ke lingkungan perkampungan. Dari pengamatan awal, ukurannya cukup besar, kira-kira sebesar kambing dewasa,” kata Apen saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, dua warga mengalami luka akibat cakaran dan gigitan saat beraktivitas di sekitar lokasi kemunculan macan tutul. Keduanya segera dievakuasi oleh aparat desa bersama warga ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan.
“Korban sudah mendapatkan penanganan medis dan alhamdulillah kondisinya stabil,katanya.
Pemerintah Desa Maruyung bersama aparat keamanan setempat langsung berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat guna menangani kejadian tersebut dengan prosedur yang aman dan profesional.
Apen juga mengingatkan warga agar tetap waspada dan membatasi aktivitas di luar rumah, terutama di area yang diduga menjadi jalur perlintasan macan tutul.
“Kami minta warga tidak mendekati lokasi terakhir satwa terlihat dan tetap tenang agar tidak memicu agresivitas hewan tersebut,” tuturnya.
Hingga Kamis siang, tim gabungan masih melakukan penyisiran di sekitar permukiman untuk mengamankan macan tutul itu. Langkah ini dilakukan agar proses evakuasi dapat berjalan aman, baik bagi warga maupun satwa yang dilindungi tersebut.
![]()
Be the first to comment