Rabu, 28 Oktober 2026
Breaking News
Internasional

40 Tahun Merawat Satwa, Berakhir Tragis di Kandang Macan Tutul

Riskal Arief | | 4 mnt baca
40 Tahun Merawat Satwa, Berakhir Tragis di Kandang Macan Tutul
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

HILVARENBEEK, BeritaNow.com — Hampir empat dekade hidupnya dihabiskan untuk merawat satwa liar. Namun, pengabdian panjang seorang perempuan penjaga kebun binatang di Belanda berakhir tragis setelah ia diserang macan tutul di tempatnya bekerja. Korban meninggal pada Selasa (27/10/2026), tiga hari setelah mengalami luka serius dalam insiden di Safaripark Beekse Bergen, Hilvarenbeek, Belanda.

Perempuan yang identitasnya tidak dipublikasikan itu mulai bekerja di taman safari ketika berusia 17 tahun. Dengan beberapa jeda singkat, ia menghabiskan hampir 40 tahun kariernya di tempat tersebut. Ironisnya, lingkungan kerja yang telah begitu lama dikenalnya justru menjadi lokasi kejadian yang merenggut nyawanya.

Insiden berlangsung pada Sabtu (24/10/2026), ketika korban berada di fasilitas dalam ruangan yang menampung dua macan tutul Persia jantan. Kedua satwa tersebut ditempatkan di dalam ruangan karena kondisi cuaca buruk. Namun, belum diketahui secara pasti bagaimana korban akhirnya berada dalam ruang yang sama dengan hewan pemangsa itu.

Sempat Meminta Tolong Sebelum Dilarikan ke Rumah Sakit
Di tengah situasi darurat, korban masih sempat menghubungi rekan kerjanya menggunakan radio komunikasi atau walkie-talkie. Rekannya kemudian datang memberikan pertolongan sebelum layanan medis darurat tiba. Sebuah ambulans dan helikopter medis dikerahkan ke lokasi sekitar pukul 11.00 waktu setempat.

Perempuan tersebut mengalami luka berat pada bagian kepala dan leher. Ia segera dibawa ke rumah sakit dan menjalani tindakan operasi darurat untuk menyelamatkan nyawanya. Meski mendapat penanganan medis, kondisinya terus memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal pada Selasa.

Kabar kematiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan-rekan kerja. Pengelola Beekse Bergen menyatakan bahwa kehilangan tersebut sangat memengaruhi seluruh lingkungan taman safari. Mereka juga meminta masyarakat menghormati privasi keluarga yang sedang berduka.

Empat Dekade Pengalaman, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Pertanyaan besar muncul karena korban bukan pegawai baru yang belum mengenal risiko pekerjaannya. Menurut laporan media lokal NL Times, perempuan itu telah menangani macan tutul selama sekitar delapan tahun. Pihak pengelola juga menggambarkannya sebagai pekerja berpengalaman yang sangat memperhatikan keselamatan.

Prosedur keselamatan taman safari sebenarnya dirancang untuk mencegah petugas berada dalam ruang yang sama dengan hewan pemangsa. Pekerja biasanya menjalankan tugas secara berpasangan, tetapi akses menuju kandang diatur secara terpisah. Sistem itu dimaksudkan untuk menghindari situasi berbahaya ketika pintu kandang dibuka.

Sayangnya, tidak ada kamera pengawas di ruangan tempat insiden berlangsung. Kondisi tersebut menyulitkan upaya mengetahui urutan kejadian secara langsung melalui rekaman video. Belum dapat dipastikan apakah terjadi kesalahan prosedur, masalah komunikasi, atau faktor lain yang menyebabkan korban berada dekat dengan macan tutul.

Dua Macan Tutul Tidak Akan Dimatikan
Nasib kedua macan tutul juga menjadi perhatian setelah kematian penjaga tersebut. Pihak taman safari menyatakan hewan-hewan itu tidak akan dieutanasia akibat kejadian tersebut. Pengelola menilai perilaku pemangsa tersebut harus dipahami dalam konteks naluri alaminya.

Keputusan itu tidak berarti penyebab insiden telah diketahui. Bahkan, belum dapat dipastikan apakah satu atau kedua macan tutul terlibat langsung dalam serangan. Pengelola menyatakan perawatan terhadap satwa tetap berlangsung sembari menunggu hasil pemeriksaan.

Inspektorat Ketenagakerjaan Belanda turut menyelidiki peristiwa tersebut. Pihak taman safari juga menyiapkan investigasi independen untuk mengetahui bagaimana kecelakaan bisa terjadi. Hasil penyelidikan nantinya diharapkan menjelaskan apakah sistem keselamatan yang berlaku telah dijalankan sebagaimana mestinya.

Kebun Binatang Berduka, Kenangan Pengabdian Tetap Hidup
Pengelola Beekse Bergen berencana menyediakan tempat khusus bagi pengunjung dan karyawan untuk menyampaikan belasungkawa. Langkah tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada pekerja yang telah mengabdikan sebagian besar hidupnya di taman safari. Nama korban belum diumumkan untuk menjaga privasi keluarganya.

Kejadian ini sekaligus memperlihatkan besarnya risiko pekerjaan yang melibatkan satwa liar. Pengalaman puluhan tahun dapat meningkatkan keterampilan seseorang, tetapi tidak menghilangkan sifat alami hewan pemangsa. Karena itulah, penjelasan mengenai penyebab insiden harus menunggu hasil penyelidikan, bukan didasarkan pada dugaan.

Bagi keluarga dan rekan kerjanya, peristiwa tersebut bukan sekadar kabar tentang serangan satwa. Mereka kehilangan seseorang yang memulai perjalanan karier saat masih remaja dan terus kembali mengabdikan dirinya di tempat yang sama. Setelah hampir 40 tahun merawat hewan, perjalanan panjang perempuan itu berakhir dengan tragedi yang kini menyisakan duka dan pertanyaan.(*)

Komentar (0)