Rabu, 07 Oktober 2026
Breaking News
Internasional

4 WNI MT Honour 25 Pulang Setelah 6 Bulan Disandera

Effra S. Husein | | 3 mnt baca
4 WNI MT Honour 25 Pulang Setelah 6 Bulan Disandera
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

TANGERANG, BeritaNow.com —  4 WNI MT Honour 25 akhirnya kembali ke Indonesia setelah hampir enam bulan berada dalam penyanderaan di Somalia. Keempat anak buah kapal (ABK) tersebut tiba di Tanah Air pada Selasa (6/10/2026) setelah melalui rangkaian proses pembebasan dan pemulangan.

Kedatangan mereka berlangsung di Terminal VIP Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Kepulangan para kru menjadi kabar penting bagi keluarga yang selama berbulan-bulan menunggu kepastian keselamatan mereka.

Empat WNI tersebut adalah Kapten Ashari Samadikun, Wahudinanto, Adi Faizal, dan Fiki Mutakin. Mereka merupakan bagian dari 17 awak kapal tanker MT Honour 25 yang mengalami pembajakan di sekitar perairan Hafun, Somalia, pada April 2026.

Peristiwa pembajakan tersebut tercatat terjadi sekitar 21–22 April 2026. Sejak saat itu, para awak berada dalam penguasaan kelompok perompak hingga akhirnya proses pembebasan dilakukan pada akhir September.

Dibebaskan 29 September 2026

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terus melakukan koordinasi untuk memastikan keselamatan keempat warga negaranya.

Setelah hampir enam bulan berada dalam situasi penyanderaan, seluruh kru MT Honour 25 berhasil dibebaskan pada 29 September 2026 melalui operasi yang dilakukan otoritas Puntland.

Setelah dinyatakan bebas, proses pemulangan kemudian dilakukan secara bertahap hingga empat WNI tersebut dapat kembali ke Indonesia.

Kemlu melalui Direktorat Pelindungan WNI dan KBRI Nairobi sebelumnya juga melakukan komunikasi dengan keluarga korban. Pertemuan dan komunikasi dengan keluarga dilakukan untuk memberikan perkembangan mengenai penanganan kasus serta persiapan kepulangan.

Bagi 4 WNI MT Honour 25, pembebasan tersebut menjadi titik penting setelah berbulan-bulan menghadapi kondisi yang penuh ketidakpastian.

Salah Satu Kru Mengalami Luka Tembak

Masa penyanderaan juga meninggalkan persoalan kesehatan bagi para korban. Salah satu WNI, Fiki Mutakin, mengalami luka tembak pada bagian kaki kanannya.

Ketika tiba di Indonesia, Fiki terlihat menggunakan kursi roda. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam proses pemulihan setelah para kru kembali ke Tanah Air.

Kasus MT Honour 25 juga menyisakan duka. Lima awak kapal berkewarganegaraan asing dilaporkan meninggal dunia selama masa penyanderaan.

Kapten Ashari Samadikun kemudian menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga lima awak tersebut karena tidak seluruh kru dapat kembali dalam keadaan selamat.

Pemerintah Siapkan Pemulihan

Setelah tiba di Indonesia, pemerintah memastikan keempat WNI mendapatkan perhatian dan pendampingan. Proses pemulihan menjadi bagian penting setelah mereka menjalani pengalaman panjang sebagai korban penyanderaan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono menyatakan pemerintah akan memastikan penanganan kesehatan para korban.

Kepulangan 4 WNI MT Honour 25 sekaligus mengakhiri penantian panjang keluarga yang dimulai sejak kapal tersebut dibajak pada April 2026.

Kasus ini juga kembali menunjukkan risiko yang masih dihadapi awak kapal ketika berlayar di kawasan yang memiliki sejarah aktivitas pembajakan. Bagi keempat WNI dan keluarganya, kepulangan ke Indonesia menjadi awal dari proses pemulihan setelah melewati masa penyanderaan yang panjang. (*)

Komentar (0)