27 Penerbangan di Eropa Terganggu Ancaman Bom Palsu, Sejumlah Pesawat Dialihkan hingga Dikawal Jet Tempur
Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
JAKARTA, BERITANOW.COM – Aktivitas penerbangan di sejumlah negara Eropa mengalami gangguan setelah muncul serangkaian ancaman bom yang diduga palsu pada Kamis (5/11/2026). Sedikitnya 27 penerbangan dilaporkan terdampak, mulai dari perubahan rute perjalanan, pengalihan pendaratan, hingga pengawalan menggunakan jet tempur.
Sejumlah maskapai internasional terpaksa melakukan penyesuaian operasional demi memastikan keselamatan penumpang dan awak pesawat. Wilayah yang mengalami dampak antara lain London, Dublin, Helsinki, serta beberapa kota tujuan penerbangan lainnya.
Mengutip laporan CNBC, Jumat (6/11/2026), maskapai Aer Lingus, Finnair, Wizz Air, dan LOT asal Polandia termasuk perusahaan penerbangan yang mengonfirmasi adanya gangguan akibat ancaman tersebut.
Kejadian ini menambah kekhawatiran terhadap keamanan transportasi udara di Eropa. Pasalnya, insiden serupa juga terjadi beberapa hari sebelumnya dan melibatkan sejumlah pesawat komersial.
Ancaman Bom Kembali Menargetkan Penerbangan Eropa
Pemerintah Inggris menyampaikan bahwa rangkaian ancaman yang muncul sebelumnya diduga merupakan tindakan ancaman palsu yang dilakukan secara sengaja.
Pada Selasa (3/11/2026), sedikitnya tujuh pesawat penumpang di kawasan Eropa dilaporkan menerima ancaman serupa. Dua di antaranya merupakan penerbangan yang berasal dari Inggris.
Finnair menjadi salah satu maskapai yang mengalami dampak pada Kamis. Perusahaan penerbangan asal Finlandia tersebut mengungkapkan bahwa dua pesawatnya menerima ancaman bom ketika sedang menjalankan penerbangan internasional.
Pesawat pertama terbang dari Helsinki menuju Roma dengan membawa 144 penumpang dan tujuh awak. Sementara itu, pesawat kedua melayani perjalanan menuju Wina dengan jumlah 177 penumpang dan enam awak.
Kedua penerbangan akhirnya berhasil mendarat tanpa mengalami insiden. Setelah seluruh penumpang turun, petugas keamanan di Roma dan Wina langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh.
Hasil pemeriksaan tidak menemukan benda maupun material mencurigakan di dalam pesawat.
Finnair menyampaikan bahwa ancaman terhadap penerbangan merupakan situasi yang harus ditangani secara serius. Meski demikian, berdasarkan pengalaman yang terjadi selama beberapa hari terakhir, sebagian besar ancaman serupa ternyata tidak terbukti.
Dua Penerbangan Wizz Air Ikut Terdampak
Maskapai berbiaya rendah asal Hungaria, Wizz Air, juga mengonfirmasi bahwa dua penerbangannya menjadi sasaran ancaman bom.
Salah satu pesawat yang melayani rute Bandara Malpensa, Milan, menuju Bandara Otopeni di Bukares berhasil mendarat dengan selamat. Ancaman terhadap penerbangan tersebut diterima ketika pesawat hampir mencapai lokasi tujuan.
Begitu pesawat tiba, petugas keamanan langsung melakukan pemeriksaan untuk memastikan tidak terdapat benda berbahaya. Pemeriksaan tersebut memastikan pesawat berada dalam kondisi aman.
Sementara itu, penerbangan Wizz Air lainnya yang dijadwalkan menuju Warsawa harus mengubah rute dan melakukan pengalihan pendaratan.
Pihak Wizz Air menyebut kejadian tersebut merupakan bagian dari rangkaian ancaman serupa yang dalam beberapa hari terakhir telah memengaruhi operasional sejumlah maskapai di Eropa.
Aer Lingus dan LOT Juga Mengalami Gangguan
Gangguan keamanan penerbangan turut dialami Aer Lingus. Maskapai asal Irlandia tersebut memutuskan mengalihkan pesawat yang semula melayani rute Dublin menuju Roma.
Pesawat yang berangkat pada Kamis pagi itu akhirnya diarahkan untuk mendarat di wilayah Normandia, Prancis.
Maskapai LOT dari Polandia juga melaporkan adanya ancaman keamanan terhadap dua penerbangan yang berangkat dari Warsawa. Setelah menjalani pemeriksaan oleh petugas berwenang, kedua pesawat dinyatakan tidak mengalami masalah keamanan.
Berbagai kejadian tersebut menunjukkan bahwa ancaman bom palsu dapat menimbulkan dampak besar terhadap operasional penerbangan, termasuk perubahan jadwal, pengalihan rute, dan pemeriksaan tambahan.
Air France dan Amerika Serikat Pantau Situasi
Di tengah gangguan yang terjadi, CEO Air France, Ben Smith, memastikan bahwa penerbangan yang dioperasikan perusahaannya tidak termasuk dalam daftar pesawat terdampak.
Meski demikian, ia menganggap munculnya sejumlah ancaman dalam waktu berdekatan sebagai peristiwa yang tidak biasa.
Smith berharap rangkaian kejadian tersebut tidak sampai menimbulkan kekhawatiran berlebihan di kalangan masyarakat, khususnya calon penumpang yang telah merencanakan perjalanan menggunakan pesawat.
Ia juga berharap situasi tersebut tidak membuat konsumen membatalkan atau mengurangi rencana perjalanan mereka.
Sementara itu, Menteri Transportasi Amerika Serikat, Sean Duffy, turut memberikan perhatian terhadap perkembangan insiden keamanan penerbangan di Eropa.
Menurutnya, indikasi awal menunjukkan bahwa ancaman tersebut kemungkinan merupakan ancaman palsu. Namun, pemerintah Amerika Serikat tetap meningkatkan kewaspadaan dan menjalin koordinasi dengan pihak berwenang di Eropa.
Duffy menegaskan bahwa keselamatan penerbangan menjadi prioritas utama. Setiap potensi ancaman yang muncul di wilayah udara akan ditindaklanjuti secara serius oleh otoritas terkait.
Serangkaian ancaman bom ini menjadi pengingat bahwa keamanan penerbangan internasional membutuhkan koordinasi yang kuat antara maskapai, pengelola bandara, dan pemerintah berbagai negara. Meskipun sejumlah pesawat telah dinyatakan aman, penanganan terhadap setiap laporan ancaman tetap diperlukan untuk melindungi penumpang dan awak pesawat.(*)