Kamis, 15 Oktober 2026
Breaking News
Daerah

219 Warga Diduga Keracunan Es Buah di Magelang, 110 Dirawat

Effra S. Husein | | 3 mnt baca
219 Warga Diduga Keracunan Es Buah di Magelang, 110 Dirawat
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

MAGELANG, BERITANOW.COM – Sebanyak 219 warga di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dilaporkan mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan konsumsi es buah. Dari jumlah tersebut, 110 orang tercatat mendapatkan penanganan di rumah sakit berdasarkan pendataan hingga Kamis (15/10/2026) pukul 04.00 WIB.

Kasus ini terjadi di Kecamatan Kajoran dan menjadi perhatian setelah sejumlah warga mengalami keluhan kesehatan secara berdekatan. Pemerintah daerah bersama petugas kesehatan masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah warga terdampak sekaligus menelusuri kemungkinan sumber kejadian.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, Lies Pramudiyanti, menyampaikan data sementara tersebut berdasarkan laporan penanganan pasien. Sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk RSUD Merah Putih, RSUD Muntilan, dan RSUD Bukit Menoreh, turut menangani warga yang mengalami keluhan.

Kondisi pasien berbeda-beda. Sebagian memerlukan perawatan di rumah sakit, sedangkan pasien lainnya dapat memperoleh pelayanan rawat jalan sesuai hasil pemeriksaan tenaga medis.

Keluhan Kesehatan Bermunculan

Warga yang terdampak dilaporkan mengalami sejumlah gejala, antara lain mual, muntah, diare, dan demam. Gejala tersebut memerlukan perhatian medis, terutama apabila berlangsung berulang kali dan menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan.

Masyarakat yang mengalami keluhan serupa setelah mengonsumsi minuman yang dicurigai berkaitan dengan kejadian ini diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Dugaan keracunan tersebut mengemuka setelah sejumlah warga di wilayah Kajoran mengalami gangguan kesehatan pada Rabu (14/10/2026). Perhatian kemudian tertuju pada es buah yang dijual seorang pedagang di Dusun Ngabean, Desa Sidowangi, Kecamatan Kajoran.

Berdasarkan informasi awal kepolisian, pedagang itu diperkirakan telah menjual sekitar 300 porsi es buah pada Selasa (13/10/2026). Namun, angka penjualan tersebut belum dapat digunakan untuk menentukan jumlah orang yang mengonsumsi minuman maupun memastikan hubungan langsung antara minuman itu dan seluruh kasus yang dilaporkan.

Polisi dan Petugas Kesehatan Lakukan Penelusuran

Untuk mengungkap penyebab kejadian, sampel minuman yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut telah diamankan untuk diperiksa di laboratorium. Hasil pemeriksaan diharapkan dapat membantu mengidentifikasi kemungkinan kontaminasi atau faktor lain yang memicu gangguan kesehatan.

Petugas juga melakukan penelusuran di lokasi penjualan serta mengumpulkan keterangan dari pihak-pihak yang berkaitan dengan kejadian tersebut.

Sampai hasil laboratorium tersedia, penyebab pasti kasus ini belum dapat disimpulkan. Dugaan yang berkembang masih memerlukan pembuktian melalui pemeriksaan sampel dan penyelidikan lebih lanjut.

Pelayanan Medis Disiagakan

Pemerintah Kabupaten Magelang menyiapkan layanan kesehatan untuk mengantisipasi kebutuhan penanganan warga. Puskesmas Kajoran I dan Kajoran II dilaporkan menyiagakan pelayanan selama 24 jam bagi masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan.

Rumah sakit daerah juga terlibat dalam penanganan pasien sesuai kondisi masing-masing. Pendataan korban dan pemantauan perkembangan kasus terus dilakukan untuk mengetahui apakah masih terdapat warga lain yang mengalami gejala serupa.

Masyarakat diimbau segera mencari pertolongan medis apabila mengalami muntah atau diare berulang, terutama jika disertai tanda dehidrasi seperti tubuh sangat lemas, pusing, atau berkurangnya frekuensi buang air kecil.

Perkembangan jumlah korban dan hasil pemeriksaan laboratorium menjadi dua hal penting yang ditunggu untuk memastikan penyebab kejadian di Kecamatan Kajoran tersebut. (*)

Komentar (0)